Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp 17.920-Rp 17.970 per Dolar AS pada Perdagangan Senin, Terbantu Pernyataan Dovish The Fed

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Senin, 06 Juli 2026 | 12:30:31 WIB
Rupiah berpotensi menguat ke kisaran Rp 17.920-Rp 17.970 per dolar AS pada perdagangan Senin.

JAKARTA — Pergerakan rupiah pada awal pekan ini mendapat angin segar dari sinyal dovish pejabat tinggi bank sentral AS. Gubernur The Fed Kevin Warsh disebut lebih berhati-hati dalam merespons inflasi, sehingga pasar berspekulasi bahwa kenaikan suku bunga acuan tahun ini bisa dibatalkan.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan faktor global itu membuka ruang penguatan rupiah. "Rupiah pada perdagangan hari ini memiliki ruang penguatan pada kisaran di Rp 17.920-Rp 17.970 dipengaruhi oleh faktor global melemahnya index dollar," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Data Tenaga Kerja AS Justru Lebih Mengkhawatirkan

Meski pernyataan The Fed memberikan sentimen positif, data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam justru menjadi perhatian serius. Rilis nonfarm payroll AS untuk Juni tercatat lebih rendah dari perkiraan pasar, yang langsung mengubah probabilitas kenaikan suku bunga.

Sebelumnya, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober mencapai 82 persen. Namun, setelah data tenaga kerja dirilis, probabilitas kenaikan suku bunga pada September turun dari 67 persen menjadi 63 persen, didukung optimisme terhadap perkembangan geopolitik.

Menurut Rully, kondisi data tenaga kerja yang lebih mengkhawatirkan ini bisa berdampak lebih dalam terhadap perekonomian AS dibandingkan tekanan inflasi dari kenaikan harga minyak di semester pertama.

Faktor Domestik: Defisit Perdagangan dan Cadangan Devisa

Di tengah peluang penguatan dari eksternal, tekanan dari dalam negeri masih membayangi pergerakan rupiah. Rully menyebut sejumlah data ekonomi domestik menjadi faktor pemberat yang signifikan.

"Dari domestik, masih menjadi faktor pemberat bagi penguatan rupiah terkait data-data ekonomi antara lain ruang fiskal, defisit neraca perdagangan, dan cadangan devisa," ungkap dia.

Sempat Melemah di Pembukaan

Pada pembukaan perdagangan Senin pagi, rupiah sempat melemah 29 poin atau 0,16 persen menjadi Rp 17.992 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.963 per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas masih tinggi di tengah sinyal positif dari The Fed dan tekanan dari fundamental domestik.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top