MUARA ENIM — Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, dalam kunjungan langsung ke lokasi proyek pada Jumat pekan lalu memastikan sejumlah aspek administrasi masih harus dituntaskan. Salah satunya adalah penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar proyek berjalan sesuai regulasi.
Dudung menekankan bahwa percepatan proyek tidak boleh mengorbankan kepatuhan pada aturan. Namun, ia mendorong agar proses administrasi dan persiapan pelaksanaan di lapangan bisa berjalan secara paralel. "Penyelesaian administrasi tetap harus mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Namun, mengingat target penyelesaian proyek perlu dipercepat, proses administrasi dan persiapan pelaksanaan di lapangan akan didorong berjalan secara paralel," ungkap Dudung dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/7/2026).
Proyek ini tidak hanya sekadar membangun infrastruktur gas. Stasiun induk CNG di Tanjung Enim dirancang sebagai fasilitas utama yang akan mendukung hilirisasi dan komersialisasi gas metana batu bara. Keberadaannya diharapkan bisa menjadi katalis bagi pengembangan energi bersih di Sumatera Selatan, yang dikenal sebagai salah satu lumbung energi nasional.
Dengan target operasi pada 2026, fasilitas ini akan menjadi salah satu proyek strategis yang diawasi langsung oleh KSP. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat transisi energi dan memaksimalkan potensi sumber daya alam lokal.