PALEMBANG — Ancaman kabut asap di Sumatera Selatan kembali mengemuka seiring meningkatnya titik panas yang terdeteksi di sejumlah wilayah. BPBD Sumsel melalui akun Instagram resminya, bpbd.sumsel, merilis data terbaru yang menunjukkan distribusi hotspot cukup merata di beberapa kabupaten.
Berdasarkan data yang dipublikasikan BPBD, titik hotspot terbanyak terpantau di Kabupaten Muara Enim dengan 12 titik. Disusul Musi Banyuasin sebanyak 10 titik, serta Kabupaten Lahat dan Ogan Komering Ulu yang masing-masing mencatat 6 titik.
Wilayah lain yang terdeteksi antara lain Ogan Ilir dengan 5 titik, Penukal Abab Lematang Ilir juga 5 titik, Banyuasin 3 titik, dan Ogan Komering Ilir 2 titik. Sebaran ini menjadikan delapan kabupaten/kota di Sumsel masuk dalam zona waspada karhutla.
Dari hasil pemantauan lapangan, BPBD Sumsel mengonfirmasi terdapat sembilan titik karhutla aktif yang tersebar di enam kabupaten/kota. Rinciannya, Banyuasin dan Ogan Ilir masing-masing 2 titik, Ogan Komering Ilir 2 titik, serta Penukal Abab Lematang Ilir, Muara Enim, dan Kota Palembang masing-masing 1 titik.
"Dilakukan pemadaman udara menggunakan helikopter serta operasi pemadaman darat oleh satgas gabungan," tulis akun Instagram bpbd.sumsel. Langkah ini diambil untuk mencegah meluasnya kebakaran yang bisa memperparah kualitas udara di Sumsel.
Data akumulatif BPBD Sumsel mencatat sejak Januari 2026, sudah terjadi 257 kali kebakaran hutan dan lahan dengan total luas area terbakar mencapai 306,39 hektare. Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang patut diwaspadai, terutama saat puncak musim kemarau.
Upaya pencegahan terus dilakukan melalui patroli udara dan darat, pemantauan hotspot secara real-time, serta pemadaman cepat begitu titik api terdeteksi. BPBD Sumsel mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampaknya bisa meluas hingga mengganggu kesehatan dan penerbangan.