Danantara Ditunjuk Ekspor Listrik 3,4 GW ke Singapura, Negosiasi Harga Masih Alot

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 09:34:01 WIB
Presiden Prabowo resmi tunjuk BPI Danantara kelola ekspor listrik 3,4 GW ke Singapura.

SUMATERA SELATAN — Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mengimplementasikan kerja sama perdagangan listrik lintas batas dengan Singapura. Penugasan ini diumumkan dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan bilateral dengan PM Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).

"Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas," ujar Prabowo. Danantara juga mendapat mandat bergerak di bidang perdagangan, ekonomi digital, ekosistem digital, dan keamanan siber.

Target Ekspor Bertahap, Kapasitas Awal 600 MW

CEO Danantara Rosan Roeslani memaparkan total potensi ekspor listrik mencapai 3,4 gigawatt (GW) yang akan direalisasikan secara bertahap. Pada tahap awal, kapasitas yang dikirim diperkirakan antara 600 megawatt (MW) hingga 1,2 GW.

"Totalnya nanti selama berapa tahun 3,4 gigawatt, tapi pembangunan pertama antara 600 megawatt sampai 1,2 gigawatt," beber Rosan yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Pembangkit listrik akan dibangun di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun, Kepulauan Riau, dengan sumber energi terbarukan (renewable energy). Danantara telah menggandeng tiga perusahaan Singapura: Singapore Energy Interconnections, Keppel Electric, dan Sembcorp Energy. Keppel dan Sembcorp akan bertindak sebagai off-taker atau pembeli listrik.

Bahlil: Harga Belum Win-Win, Negosiasi Masih Berjalan

Di balik progres proyek, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan negosiasi harga masih menjadi ganjalan. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian ESDM sebagai regulator, memiliki kewenangan menentukan harga jual listrik.

"Terkait listrik ke Singapura, proses tahapannya berjalan, tapi kita masih menegosiasi harga. Regulasi kita memang harga itu ada di pemerintah. Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan," ujar Bahlil di Istana.

Ketika dikonfirmasi apakah harga sudah disepakati, Bahlil menjawab tegas. "Belum win-win. Saya merasa belum win-win kalau sekarang harganya."

Meski demikian, Bahlil optimistis titik temu akan segera tercapai. Ia enggan merinci angka tawaran yang diajukan Singapura, namun menekankan kesepakatan harus memberikan manfaat bagi kedua negara.

"Kalau sudah ada pembahasan, tapi saya pikir sebentar lagi akan ada titik temu. Kita ingin semuanya punya manfaat yang win-win untuk kedua belah pihak," tegasnya.

Proyek Jangka Panjang dengan Dampak Strategis

Rosan Roeslani menambahkan proyek ini sudah dirintis sejak empat tahun lalu dan akan menjadi kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan. Kehadiran Danantara sebagai holding investasi milik negara diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek yang sempat mandek.

"Tadi Bapak Presiden mengamanatkan Danantara bersama-sama dengan dunia usaha, dengan private sector untuk membangun. Ini sudah lama sebenarnya, sudah empat tahun lebih," terang Rosan.

Selain sektor energi, pertemuan Prabowo dan Lawrence Wong juga menghasilkan kesepakatan kerja sama di bidang pangan, rantai pasok, serta pertahanan dan keamanan. Bagi investor, proyek ekspor listrik ini membuka peluang bagi emiten konstruksi dan energi terbarukan di dalam negeri. Kepastian harga masih menjadi variabel kunci yang harus dimonitor.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top