SUMATERA SELATAN — Kekalahan telak Amerika Serikat 1-4 dari Belgia dan kekalahan tipis Portugal 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar pada hari yang sama mengubah peta persaingan di lapangan sekaligus menghancurkan pasar tiket sekunder. Absennya dua tim dengan basis suporter raksasa, terutama Portugal yang masih diperkuat Cristiano Ronaldo, langsung memangkas minat penonton terhadap laga perempat final di kawasan Los Angeles.
Data dari TickPick menunjukkan penurunan paling tajam terjadi pada tiket pertandingan yang dijadwalkan berlangsung Jumat (10/7/2026) WIB. Harga termurah yang sempat bertengger di angka USD2.950 longsor ke level USD1.200 hanya berselang beberapa jam setelah kedua tim resmi tersingkir.
Banyak pengamat menilai harga tiket akan melambung jauh lebih tinggi jika AS dan Portugal bertemu di fase delapan besar. Kenyataan pahit itu tak terjadi, dan pasar langsung bereaksi brutal.
Di tengah kehancuran harga tiket Los Angeles, pertandingan perempat final antara Prancis dan Maroko di Foxborough, Massachusetts, justru menempati posisi termurah di pasar sekunder. Menurut TickPick, tiket masuk untuk laga itu mulai dari USD989 — masih di bawah harga rata-rata perempat final lainnya.
Namun, tiket final Piala Dunia 2026 yang akan digelar 19 Juli di New Jersey tetap berada di level gila-gilaan. Hingga Selasa sore, harga termurah untuk partai puncak mencapai 9.346 dolar AS. Angka itu masih berpotensi berubah drastis tergantung tim mana yang melaju ke final.
Kekalahan Portugal dari Spanyol sekaligus menandai berakhirnya perjalanan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026. Absennya megabintang Portugal itu menjadi faktor utama mengapa minat suporter terhadap laga perempat final di Los Angeles ambruk drastis.
Tanpa Ronaldo dan tanpa tuan rumah AS, laga perempat final di Los Angeles kehilangan magnet komersialnya. Pasar tiket sekunder pun menjadi cermin paling jujur dari realitas itu: ketika bintang dan tuan rumah pulang, harga tiket ikut tumbang.