Lenovo Yoga AIO 32 Aura Edition Dihadirkan, Layar OLED 4K 165Hz dan Desain ‘Floating’ yang Bikin Melongo

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 01:16:52 WIB
Lenovo Yoga AIO 32 Aura Edition hadir dengan desain layar mengambang dan pencahayaan RGB yang dapat dikustomisasi.

SUMATERA SELATAN — Lenovo benar-benar mengubah pendekatan desain AIO. Alih-alih menggunakan dudukan biasa yang lebar di bagian bawah, Yoga AIO 32 Aura Edition menggunakan stand berbentuk V terbalik. Seluruh komponen komputer—mulai dari prosesor hingga penyimpanan—disembunyikan di dalam stand ini, sehingga layar terlihat sangat tipis dan seolah mengambang di atas meja.

Bagian dagu layar dibuat transparan dan dilengkapi pencahayaan RGB yang bisa dikustomisasi lewat aplikasi Lenovo Vantage atau fitur Dynamic Lighting bawaan Windows 11. “Ini mungkin PC desktop dengan tampilan terbaik yang bisa kamu beli sekarang,” tulis Zac Bowden dari Windows Central dalam review-nya.

Layar OLED 4K 165Hz: Paling Terang dan Akurat Warna

Layar menjadi salah satu nilai jual utama perangkat ini. Panel OLED 31,5 inci resolusi 4K (3840×2160) ini mendukung refresh rate 165Hz, membuat animasi Windows terasa sangat mulus dan game terasa responsif. Lenovo mengklaim cakupan warna 99% DCI-P3 dan 100% sRGB, serta kecerahan puncak hingga 1.000 nits untuk konten HDR.

Dengan bezel tipis dan bingkai logam yang dingin saat disentuh, layar ini disebut-sebut mampu mengalahkan kualitas panel iMac milik Apple dan AIO Lenovo generasi sebelumnya.

Performa: Intel Core Ultra X7 dan Arc B390 yang Hening

Yoga AIO 32 Aura Edition hanya tersedia dalam satu konfigurasi: prosesor Intel Core Ultra X7 358H (hingga 4,80 GHz), RAM 32 GB LPDDR5X, dan penyimpanan SSD 1 TB PCIe Gen4. Grafisnya mengandalkan Intel Arc B390, bukan GPU dedicated dari NVIDIA atau AMD.

Dalam pengujian, perangkat ini sangat senyap. Kipas hanya bekerja keras di bawah beban berat yang berkepanjangan. Skor Geekbench 6 mencapai 2.851 (single-core) dan 16.964 (multi-core), sementara skor Cinebench 2024 di angka 501 (single-core) dan 4.927 (multi-core). Untuk gaming, GPU Arc B390 mampu menjalankan Cyberpunk 2077 di 1440p setelan tinggi, namun tidak disarankan untuk gamer hardcore yang mengejar 4K 120Hz di game AAA terbaru.

Kekurangan: Port Sulit Dijangkau dan Speaker Bermasalah

Desain inovatif ini punya harga yang harus dibayar. Semua port utama—dua USB-C, dua USB-A, dan HDMI—berada di bagian belakang stand yang sangat rendah. Untuk mencolokkan periferal, pengguna harus berdiri dan meraih ke belakang layar. Hanya satu port USB-C di sisi kanan layar yang mudah diakses.

Masalah lain yang ditemukan adalah sistem speaker internal. Dua unit review yang diuji sama-sama mengeluarkan suara desis (hissing noise) saat saluran audio aktif, bahkan dalam kondisi mute. “Saya menghubungi Lenovo untuk meminta unit baru karena mengira unit saya rusak, tetapi unit kedua punya masalah yang sama,” ungkap Bowden. Lenovo belum mengonfirmasi apakah ini bug hardware atau bisa diperbaiki lewat firmware.

Kesimpulan: Untuk Siapa AIO Rp 51 Juta Ini?

Lenovo Yoga AIO 32 Aura Edition adalah pilihan tepat bagi kreator konten—editor video, fotografer—yang mendambakan akurasi warna kelas atas dan desain meja yang memukau. Perangkat ini juga cukup bertenaga untuk produktivitas berat dan gaming ringan.

Sebaliknya, AIO ini kurang cocok untuk gamer hardcore yang membutuhkan GPU dedicated, pengguna dengan meja kecil, atau siapa pun yang sering bolak-balik mencolokkan flash drive. Jika Lenovo berhasil memperbaiki masalah speaker lewat pembaruan, perangkat ini bisa menjadi penerus sejati semangat Microsoft Surface Studio yang sempat hilang.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: windowscentral.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top