SUMATERA SELATAN — Kementerian Kesehatan Gaza mencatat total korban tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza kini mencapai 73.223 jiwa, dengan 173.654 orang terluka sejak 7 Oktober 2023. Angka tersebut terus bertambah meskipun gencatan senjata telah disepakati dan berlaku sejak Oktober tahun lalu.
Petugas medis melaporkan delapan warga Palestina, termasuk seorang anak, tewas akibat tembakan tentara Israel pada hari Minggu. Saksi mata mengatakan sebuah drone Israel menembakkan setidaknya tiga rudal ke sebuah gedung di lingkungan Al-Rayes, Distrik Sabra, selatan Kota Gaza.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengonfirmasi empat warga tewas dan dua lainnya luka-luka dalam serangan terhadap bangunan tersebut. Di lokasi terpisah, seorang gadis berusia sembilan tahun menghembuskan napas terakhirnya karena luka kritis akibat tembakan Israel di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah.
Seorang pria Palestina meninggal karena luka tembak yang dideritanya pada Jumat lalu di timur kamp pengungsi Bureij, Gaza tengah. Satu korban lainnya dilaporkan tewas akibat serangan drone Israel di timur Khan Younis, Gaza selatan.
Petugas medis menyebutkan seorang warga Palestina lainnya tewas dan lima orang terluka ketika tembakan Israel menyasar tenda-tenda pengungsi di al-Mawasi, Khan Younis. Sementara itu, tentara Israel terus menghancurkan rumah dan bangunan di daerah-daerah yang dikuasainya di selatan Khan Younis dan timur Kota Gaza. Saksi mata mendengar ledakan keras dari operasi penghancuran tersebut, meski belum ada laporan korban jiwa.
Kantor berita Palestina WAFA melaporkan serangan Israel telah menyebabkan kehancuran luas yang memengaruhi sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza. Sumber medis menyatakan sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalanan, sementara ambulans serta tim pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka.
Sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025, tentara Israel telah membunuh setidaknya 1.098 warga Palestina dan melukai 3.535 lainnya, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. Angka ini menunjukkan bahwa kesepakatan damai yang telah dinegosiasikan tidak mampu menghentikan kekerasan di lapangan.