PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang mencatat, perputaran uang selama Palembang Great Sale (PGS) 2026 mencapai sekitar Rp200 miliar. Angka tersebut berasal dari transaksi di 384 gerai yang tersebar di pusat perbelanjaan, hotel, restoran, hingga sektor jasa seperti biro perjalanan dan transportasi.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan bahwa program yang berlangsung 1-30 Juni 2026 ini resmi ditutup di Atrium PIM. Ia menilai, keberhasilan PGS tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media.
Salah satu daya tarik utama PGS tahun ini adalah besaran diskon yang ditawarkan. Potongan harga berkisar antara 13 hingga 43 persen, yang merupakan simbol usia Kota Palembang yang genap berusia 1.343 tahun.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Sumatera Selatan, Ongky Prastianto, menyebut bahwa selama pelaksanaan PGS, transaksi di pusat perbelanjaan meningkat sekitar 20 persen dibanding periode sebelumnya. Nilai transaksi yang mengikuti program undian mencapai Rp14 miliar.
Pemkot Palembang optimistis kegiatan ini mampu mendongkrak sektor pariwisata. Target kunjungan wisatawan sepanjang 2026 dipatok sebanyak 2,5 juta orang, dengan sasaran utama dari Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu, hingga Pulau Jawa.
"Palembang Great Sale menjadi salah satu agenda unggulan yang mampu menarik wisatawan," ujar Isnaini.
Dari sisi pendapatan daerah, sektor pajak hotel, restoran, dan hiburan pada tahun sebelumnya berkontribusi lebih dari 30 persen atau sekitar Rp366 miliar terhadap PAD. Capaian itu menjadi modal untuk terus menggenjot pertumbuhan ekonomi.
Kesuksesan PGS 2026 juga ditopang oleh sejumlah kegiatan pendamping. Mulai dari Gemilang Palembang Raya X Digital Kito Galo, Ampera Tourism Run, Palembang Fashion Carnival, hingga festival kuliner. Akses transportasi pun dipermudah melalui integrasi layanan LRT Palembang dan transportasi digital.
Ongky Prastianto menambahkan, ke depan program ini perlu dipersiapkan dengan konsep yang lebih matang. "Sehingga mampu memaksimalkan potensi Kota Palembang sebagai destinasi wisata belanja berskala nasional," pungkasnya.