MUARA ENIM — BPBD Kabupaten Muara Enim meningkatkan patroli di tiga kecamatan yang dipetakan sebagai daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tim gabungan yang melibatkan Manggala Agni, TNI, dan Polri diterjunkan untuk menyisir lokasi-lokasi yang dianggap paling berpotensi memicu titik api.
Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, menyebutkan fokus patroli meliputi Kecamatan Gelumbang, Sungai Rotan, dan Belida. Kawasan ini didominasi lahan gambut dan semak belukar yang mudah terbakar saat musim kemarau.
"Rata-rata kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut dan semak belukar," kata Abdurrozieq saat dihubungi dari Palembang, Senin.
Sepanjang Juni 2026 hingga pekan ini, BPBD mencatat enam peristiwa karhutla di tiga kecamatan tersebut. Total luas lahan yang terbakar mencapai 6,5 hektare.
Tim satgas tidak hanya melakukan patroli pencegahan, tetapi juga langsung melakukan pemadaman jika menemukan titik api di lapangan. Langkah ini dipercepat melalui koordinasi lintas sektor agar penanganan karhutla bisa dilakukan sedini mungkin.
Abdurrozieq kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar, terutama di musim kemarau. Praktik ini dinilai menjadi pemicu utama meluasnya karhutla di wilayah tersebut.
"Sosialisasi tentang larangan membuka lahan pertanian dengan cara dibakar terus kami gencarkan baik secara langsung maupun melalui spanduk yang dipasang di titik strategis di Kabupaten Muara Enim," tegasnya.
Peningkatan patroli dan koordinasi ini merupakan bagian dari upaya agar Kabupaten Muara Enim benar-benar bebas dari bencana kabut asap. BPBD berharap langkah preventif ini bisa menekan jumlah titik api sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.