PALEMBANG — Kehadiran perwakilan dari Kabupaten Musi Banyuasin dalam forum tersebut menjadi sinyal keseriusan pemerintah daerah dalam membangun kemitraan strategis dengan platform digital. Haryadi Karim menegaskan, sinergi ini penting untuk memastikan informasi yang sampai ke masyarakat benar-benar terverifikasi.
Dalam sambutannya mewakili Bupati Muba, Haryadi menyebutkan bahwa hubungan antara pemerintah dan media tidak bisa lagi berjalan satu arah. "Kami butuh mitra yang kritis namun konstruktif. JMSI diharapkan bisa menjadi jembatan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya di sela acara.
Ia juga menekankan pentingnya peran media siber dalam mengawal pembangunan daerah. Menurutnya, berita yang cepat dan tepat bisa membantu pemerintah mengoreksi kebijakan yang kurang tepat sasaran.
Pelantikan ini menandai dimulainya periode kepengurusan baru JMSI Sumsel untuk lima tahun ke depan. Organisasi yang menaungi puluhan media siber di provinsi ini dituntut untuk meningkatkan profesionalisme anggotanya. Salah satu fokus utama adalah mendorong praktik jurnalistik yang taat kode etik di tengah maraknya konten hoaks.
Plt Kadis Kominfo Muba, Daud Amri, yang turut mendampingi, menambahkan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dalam program literasi digital. "Kami akan fasilitasi pelatihan jurnalistik bagi pengelola media di Muba. Ini bagian dari upaya mencerdaskan masyarakat melalui informasi yang sehat," katanya.
Acara yang digelar di Graha Bina Praja itu dihadiri oleh puluhan pengurus JMSI dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel. Suasana khidmat terlihat saat prosesi pelantikan dipandu langsung oleh Ketua Umum JMSI Pusat secara virtual.
Bagi Pemkab Muba, kehadiran di forum ini bukan sekadar seremoni. Mereka melihatnya sebagai langkah awal untuk memperkuat ekosistem informasi daerah. Dengan adanya pengurus JMSI yang baru, diharapkan arus berita dari dan ke masyarakat semakin transparan dan mudah diakses.