KAYUAGUNG — Prestasi ini mengukuhkan posisi OKI sebagai daerah dengan pengelolaan layanan informasi publik paling transparan di Sumatera Selatan. Nilai 100 yang diraih menunjukkan tidak ada celah dalam sistem keterbukaan informasi yang diterapkan Pemkab OKI.
Rapat koordinasi yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel itu mengusung tema "Transformasi Digital dan Penerapan Artificial Intelligence (AI) untuk Keterbukaan Informasi Publik yang Cepat, Akurat, dan Akuntabel". Kepala Diskominfo Provinsi Sumsel, Rika Efianti, menegaskan bahwa penguatan kapasitas PPID menjadi krusial di era digital.
"Transformasi digital dan kecerdasan buatan dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat," ujar Rika dalam sambutannya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel, Apriyadi, menambahkan bahwa PPID memiliki posisi strategis sebagai representasi pemerintah dalam pelayanan publik. Menurutnya, cara informasi dikelola dan disampaikan mencerminkan komitmen terhadap transparansi.
"Cara informasi publik dikelola dan disampaikan mencerminkan komitmen pemerintah terhadap transparansi dan keterbukaan," kata Apriyadi.
Penghargaan SLIP PPID Award diberikan kepada kabupaten/kota yang menunjukkan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan layanan informasi publik. Nilai 100 yang diraih OKI menjadi bukti bahwa sistem pengelolaan informasi di daerah tersebut telah memenuhi standar tertinggi, mulai dari kecepatan respons, akurasi data, hingga aksesibilitas dokumen publik.
Capaian ini sekaligus menjadi tolok ukur bagi daerah lain di Sumsel untuk terus berbenah. Dengan nilai rata-rata peserta yang bervariasi, dominasi OKI menunjukkan kesenjangan kualitas layanan informasi antar daerah yang masih perlu dijembatani.