PALEMBANG — Stasiun pemantauan GP_PLM menjadi titik dengan catatan terburuk, AQI-nya sempat menyentuh angka 659 atau kategori berbahaya. Angka itu jauh di atas ambang aman dan menempatkan Palembang sebagai salah satu kota dengan kualitas udara paling buruk pada rentang pemantauan dini hari hingga pagi.
Selain GP_PLM, sejumlah stasiun lain juga mencatat kategori sangat tidak sehat. Stasiun Musi 2 Palembang berada di angka AQI 275, Demang 274, Palembang Bukit Kecil 253, dan Sukarami 237.
PM2.5 Jadi Polutan Utama yang Mencemari Udara Palembang
Dalam pemantauan IQAir, PM2.5 menjadi polutan utama yang memengaruhi kualitas udara Palembang. Partikel halus berukuran 2,5 mikrometer itu berada di kisaran 200 µg/m³ pada sekitar pukul 02.00 WIB.
IQAir turut memberi peringatan soal keberadaan kebakaran hutan di sekitar wilayah Sumatera Selatan. Peringatan itu muncul bersamaan dengan memburuknya indeks udara di kota tersebut.
Jarak Pandang Berkurang Sejak Malam
Kabut asap dilaporkan terlihat cukup tebal di sejumlah kawasan Palembang sejak malam hingga menjelang pagi. Jarak pandang di beberapa wilayah pun berkurang.
Meski kualitas udara memburuk, kondisi itu tidak otomatis menghentikan aktivitas penerbangan. Operasional penerbangan tetap ditentukan berdasarkan kondisi meteorologi dan standar keselamatan yang berlaku.
Prakiraan Cuaca di Pelabuhan Tanjung Api-Api
Prakiraan cuaca maritim BMKG untuk kawasan Pelabuhan Tanjung Api-Api pada Kamis (17/9/2026) menunjukkan kondisi cerah berawan pada pagi hingga siang hari. Pada waktu tertentu, masih terdapat potensi udara kabur di kawasan itu.
Warga Palembang yang hendak beraktivitas di luar ruangan disarankan mencermati perkembangan AQI, terutama pada dini hari hingga pagi ketika konsentrasi PM2.5 memuncak.