Timbal pada Anak Bisa Pengaruhi Kecerdasan, Waspadai Sumber di Rumah

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 08:30:02 WIB
Paparan timbal pada anak dapat mengganggu perkembangan kognitif dan tingkat kecerdasan.

SUMATERA SELATAN — Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi (PR KMG) BRIN, Tities Puspita, mengungkapkan paparan timbal masih jadi ancaman serius bagi tumbuh kembang anak di Indonesia. Logam berat ini tidak hanya soal lingkungan, tapi juga bisa memengaruhi kemampuan kognitif anak.

Dari Mana Sumber Timbal di Rumah?

BRIN bersama Fitra dan Vital Strategies menelusuri sumber paparan dengan memeriksa debu, tanah, hingga partikel di pakaian anak. Hasilnya, sejumlah produk rumah tangga ternyata berpotensi menjadi sumber timbal.

Penelitian menemukan beberapa barang yang sering digunakan sehari-hari mengandung timbal, antara lain:

  • Mainan anak: 7,32 persen
  • Alat makan plastik: 9,55 persen
  • Alat masak logam: 20,28 persen
  • Alat makan berbahan keramik: 26,67 persen

"Temuan ini menunjukkan pentingnya memahami sumber paparan di lingkungan rumah agar pencegahan bisa dilakukan lebih efektif," jelas Tities dalam laman resmi BRIN.

Dampak Timbal pada Tumbuh Kembang Anak

Paparan timbal perlu mendapat perhatian khusus karena dampaknya bisa berlangsung lama selama proses tumbuh kembang. Risiko utamanya adalah gangguan pada perkembangan kognitif dan tingkat kecerdasan anak.

Karena itu, intervensi sejak dini menjadi kunci. Upaya pencegahan harus diarahkan pada pengendalian sumber paparan sekaligus meningkatkan pemahaman orang tua. BRIN pun melibatkan tenaga puskesmas untuk memberikan edukasi langsung ke masyarakat.

Setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar, para orang tua diundang kembali untuk mendapatkan konseling. Edukasi diberikan lewat leaflet dan penyuluhan tentang bahaya timbal serta langkah sederhana mengurangi risiko di rumah.

Langkah Sederhana yang Bisa Bunda Lakukan

Untuk melindungi si kecil dari paparan timbal, Bunda bisa mulai dengan mengganti alat makan dan masak yang berpotensi mengandung logam berat. Pilih produk yang sudah terjamin keamanannya, seperti stainless steel atau bahan bebas timbal.

Pastikan juga mainan anak memiliki label aman dan tidak mengandung bahan berbahaya. Rutin membersihkan debu di rumah dan mencuci tangan anak sebelum makan juga bisa membantu mengurangi risiko paparan.

BRIN menegaskan hasil penelitian ini tidak boleh berhenti sebagai publikasi ilmiah. Temuan riset harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang bisa diterapkan pemerintah pusat maupun daerah untuk melindungi generasi penerus bangsa.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: kosadata.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top