GIIAS 2026 Jadi Ajang Peluncuran Fuso Canter Extra Long Bus, Sasis Bus Pariwisata dengan Kabin Lebih Lega

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 14:33:39 WIB
Fuso Canter Extra Long Bus dengan jarak sumbu roda 4,2 meter dipamerkan di GIIAS 2026.

SUMATERA SELATAN — Pertumbuhan sektor pariwisata nasional yang mencapai 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 serta 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara menciptakan permintaan baru bagi pelaku industri transportasi. Mereka butuh kendaraan yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga nyaman untuk perjalanan jauh menuju destinasi.

Kapasitas Kabin Lebih Fleksibel Berkat Wheelbase 4,2 Meter

Fuso Canter Extra Long Bus mengusung jarak sumbu roda 4,2 meter. Ukuran ini memberi ruang gerak lebih luas bagi perusahaan karoseri untuk mendesain tata letak kursi penumpang sesuai kebutuhan operator, baik untuk pariwisata maupun angkutan massal.

Mesin yang diandalkan memiliki tenaga 136 dk. Meski bertenaga, efisiensi bahan bakar tetap menjadi prioritas untuk menekan biaya operasional di rute-rute jauh.

Manuver Mudah di Jalanan Sempit Menuju Objek Wisata

Salah satu keluhan pengemudi bus saat melaju ke kawasan wisata adalah jalan berliku dan sempit di area pedesaan atau pegunungan. Fuso menjawabnya dengan radius putar yang lebih kecil, sehingga memudahkan manuver di tikungan tajam maupun saat berpapasan di jalan kampung.

Suspensi long tapered leaf spring yang lebih lembut juga disematkan untuk meredam getaran. Penumpang tetap merasa nyaman meski melintasi jalan rusak atau berbatu menuju lokasi wisata.

Dukungan Pemerintah untuk Transportasi Wisata Andal

Kementerian Pariwisata menyambut baik kehadiran armada baru ini. Asisten Deputi Bidang Manajemen Industri Kementerian Pariwisata, Budi Supriyanto, menegaskan bahwa kolaborasi dengan industri otomotif merupakan kunci.

"Dukungan industri kendaraan tidak bisa dilepaskan karena setiap perjalanan wisata hingga ke berbagai destinasi tentu membutuhkan layanan transportasi yang andal. Kami memperkuat kolaborasi dan koordinasi agar industri otomotif terus menghadirkan transportasi nyaman dan aman," ungkap Budi Supriyanto.

Layanan Purna Jual Jadi Pertimbangan Utama Operator

Bagi pelaku usaha transportasi wisata, keandalan kendaraan tidak cukup sampai di sasis. Dukungan suku cadang dan bengkel resmi menjadi faktor penentu kelancaran operasional.

Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo, menyampaikan pandangannya. "Dukungan kendaraan yang memiliki performa baik, kapasitas yang sesuai, serta didukung layanan purnajual yang kuat menjadi faktor penting bagi kami dalam menjaga keandalan operasional dan memberikan layanan terbaik kepada konsumen," tuturnya.

Proyeksi Kontribusi Pariwisata terhadap PDB Nasional

Kementerian Pariwisata memproyeksikan kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 3,97% hingga 4,8%. Angka ini menunjukkan bahwa pariwisata bukan lagi sektor pinggiran, melainkan tulang punggung ekonomi yang membutuhkan infrastruktur pendukung, termasuk transportasi darat yang memadai.

Sales and Marketing Director PT KTB, Aji Jaya, menyatakan bahwa peluncuran ini merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap industri pariwisata nasional. "Pertumbuhan sektor pariwisata mendorong meningkatnya kebutuhan akan transportasi penumpang yang memiliki kapasitas lebih besar, aman, dan nyaman. Melalui Canter Extra Long Bus dengan wheelbase 4,2 meter, Fuso menghadirkan solusi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan tersebut," ujar Aji Jaya.

Bagi operator transportasi wisata yang sedang mempertimbangkan penambahan armada, kehadiran sasis baru ini menawarkan fleksibilitas desain kabin tanpa mengorbankan performa mesin. Untuk informasi spesifikasi lengkap dan skema pembelian, calon pembeli dapat menghubungi dealer resmi Mitsubishi Fuso terdekat atau mengunjungi booth KTB di GIIAS 2026.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: kabaroto.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top