PALEMBANG — Memasuki awal Agustus 2026, wilayah Kota Palembang dan sekitarnya diprediksi akan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Intensitas sinar matahari yang cukup tinggi diperkirakan membuat suhu udara terasa lebih menyengat, terutama pada rentang waktu pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
BMKG menyebutkan, curah hujan pada periode ini relatif rendah karena musim kemarau masih berlangsung di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan. Kondisi atmosfer yang kering tersebut menjadi pemicu utama meningkatnya risiko munculnya titik-titik api di berbagai daerah.
BMKG mengingatkan bahwa bulan Agustus merupakan salah satu periode puncak musim kemarau yang identik dengan meningkatnya risiko karhutla. Masyarakat pun diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah sembarangan.
Aktivitas pembakaran di tengah kondisi cuaca kering berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terlebih jika disertai embusan angin yang cukup kencang. Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan, aktivitas transportasi, hingga perekonomian warga.
Cuaca yang terasa semakin panas dan gerah ini disebabkan oleh posisi matahari yang sedang bergerak menuju ekuator, sehingga penyinaran di wilayah Sumatera Selatan menjadi lebih maksimal. Minimnya tutupan awan membuat panas matahari langsung dirasakan di permukaan bumi tanpa penghalang.
Untuk itu, warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari dan memperbanyak minum air putih guna mencegah dehidrasi. Penggunaan pelindung seperti topi atau payung juga disarankan bagi yang tetap beraktivitas di bawah terik matahari.
Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk meminimalkan risiko karhutla di Palembang dan sekitarnya. Kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan atau sampah menjadi kunci utama dalam menghadapi periode rawan ini.
BMKG juga mengimbau agar warga melaporkan segera jika melihat titik api atau kepulan asap di lingkungan sekitar. Penanganan yang cepat diharapkan mampu mencegah meluasnya kebakaran yang dapat memicu bencana kabut asap lintas wilayah.