PAGAR ALAM — Seluruh lurah di Kota Pagar Alam kini memiliki tanggung jawab baru: mengisi data kependudukan dan pembangunan secara digital melalui web Si Lurah Cantik. Kewajiban ini ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam Zaily Oktosab Fitri Abidin saat membuka sosialisasi pengelolaan data statistik di Ruang Rapat Besemah Satu, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Bagian Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pagar Alam ini dihadiri perwakilan seluruh kelurahan se-Kota Pagar Alam serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Sekda menegaskan bahwa data yang valid dari tingkat kelurahan merupakan syarat mutlak terwujudnya Satu Data Indonesia di Kota Pagar Alam. Tanpa data akurat, perencanaan pembangunan berisiko tidak tepat sasaran.
"Saya menekankan untuk saling berkolaborasi dan ketegasan komitmen seluruh lurah, agar mendukung sistem ini sesuai perkembangan di seluruh kelurahan se-Kota Pagar Alam," ujar Zaily.
Melalui sistem ini, setiap kelurahan diwajibkan memperbarui data secara berkala. Data tersebut nantinya menjadi rujukan bagi pemerintah kota dalam menyusun prioritas pembangunan, mulai dari infrastruktur, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Si Lurah Cantik dirancang bukan sekadar aplikasi pelaporan, melainkan instrumen transformasi digital pemerintahan level terbawah. Dengan sistem ini, proses pendataan yang sebelumnya manual dan berjenjang kini bisa dilakukan langsung dari kelurahan secara real-time.
Zaily berharap komitmen seluruh lurah menjadi kunci keberhasilan program ini. Ia meminta para lurah tidak hanya mengisi data, tetapi juga memastikan data yang dimasukkan benar-benar mencerminkan kondisi lapangan.
"Harapannya nanti dapat terwujud kelurahan yang modern dan digital serta berbasis data, sehingga dapat mewujudkan kualitas perencanaan," pungkasnya.
Meski belum merinci seluruh indikator, sistem ini dipastikan mencakup data kependudukan, potensi wilayah, serta capaian pembangunan di setiap kelurahan. Sinkronisasi data dari level kelurahan hingga kecamatan menjadi perhatian utama agar tidak terjadi tumpang tindih informasi antarwilayah.
Dengan diterapkannya sistem ini, Pemkot Pagar Alam optimistis proses perencanaan pembangunan ke depan akan lebih efisien. Data yang selama ini tersebar di berbagai dokumen manual akan terpusat dalam satu platform digital yang bisa diakses lintas instansi.
Langkah ini sekaligus menempatkan Pagar Alam sejalan dengan arahan nasional tentang percepatan transformasi digital pemerintahan, khususnya dalam penyediaan data statistik sektoral yang berkualitas.