MUSI BANYUASIN — Dua bencana yang melanda Kecamatan Lais dalam sepekan terakhir mendapat respons cepat dari jajaran Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Selain menyalurkan bantuan, pemerintah daerah juga menyiapkan skema relokasi warga yang rumahnya rusak akibat abrasi Sungai Batanghari di Desa Epil.
Berdasarkan pendataan sementara BPBD Muba, total ada 10 rumah yang terdampak longsor. Tiga di antaranya mengalami rusak berat hingga roboh, sementara tujuh rumah lain berada di kawasan yang masih berpotensi terdampak. Longsor pertama terjadi pada Minggu (19/7/2026) pukul 03.00 WIB, disusul longsor susulan pada Rabu (22/7/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto SSTP MSi yang mewakili Bupati meninjau langsung lokasi bencana di Dusun II, Desa Epil. Penyebab utama longsor adalah abrasi Sungai Batanghari yang terus menggerus dinding penahan DAM hingga akhirnya ambrol.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkab Muba berencana menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pembangunan tembok penahan. Dalam jangka panjang, pemerintah akan membangun tembok DAM penahan di sepanjang titik rawan Sungai Batanghari yang mengancam permukiman warga.
Pemkab Muba tidak hanya berhenti pada evakuasi dan pendataan. BPBD bersama Dinas Sosial dan perangkat daerah lainnya tengah menyiapkan relokasi sementara bagi warga yang rumahnya rusak. Lokasi yang disiapkan adalah lahan aset desa maupun tanah milik warga yang dinilai lebih aman dari ancaman abrasi.
Penanganan longsor ini melibatkan Anggota DPRD Muba Heriyadi, BPBD Muba, Dinas Sosial, BAZNAS Muba, Dinas PUPR, Dinas Perkim, serta Pemerintah Kecamatan Lais. Bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak telah disalurkan sejak hari pertama kejadian.
Di lokasi terpisah, kebakaran melanda Desa Teluk, Kecamatan Lais. Sebanyak enam kepala keluarga kehilangan rumahnya, sementara sembilan kepala keluarga lainnya ikut terdampak. Bantuan dari Pemkab Muba diserahkan pada Senin (3/8/2026) oleh Plt Kepala Dinas Sosial Muba H Deny SH MSi mewakili Bupati.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Camat Lais Heru Kharisma SIP MSi, Kapolsek Lais AKP Syawaludin SH, Ketua BAZNAS Muba Drs H Muhammad Jaya MSi, serta Kepala Desa Teluk Nuraidah SM. Selain dari pemerintah kabupaten, para korban juga menerima dukungan dari BAZNAS Muba dan Polres Muba melalui Polsek Lais.
Koordinasi penanganan terus berlanjut hingga tingkat provinsi. Pada Kamis (6/8/2026), Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan bersama Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumsel Susi Imelda menyerahkan bantuan tali asih berupa paket sembako, pakaian, dan makanan siap saji kepada 15 kepala keluarga terdampak kebakaran di Desa Teluk.
Bantuan tersebut menjadi bentuk sinergi antara Pemkab Muba, Pemprov Sumsel, dan DPRD Sumsel dalam mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam kepada seluruh warga yang terdampak. Kami memastikan pemerintah akan selalu hadir, peduli, dan tidak membiarkan masyarakat menghadapi musibah sendirian. Keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas kami," ujar Bupati Toha dalam pernyataan resminya.