AMY Kunjungi Masjid Cheng Ho Palembang, Singgung Pola Dakwah Islam yang Dekat dengan Masyarakat

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:14:01 WIB
Almuzzammil Yusuf (AMY) menunaikan ibadah dan meninjau arsitektur Masjid Cheng Ho Palembang, Kamis (13/2/2025).

PALEMBANG — Almuzzammil Yusuf (AMY) memilih Masjid Cheng Ho Palembang sebagai tempat persinggahan di sela rangkaian kunjungannya ke Sumatera Selatan. Di lokasi yang menjadi simbol perjumpaan budaya Tionghoa dan Islam tersebut, AMY tidak hanya menunaikan ibadah, tetapi juga menyelami narasi besar tentang bagaimana dakwah berkembang di masa lampau.

Kehadiran tokoh nasional itu didampingi langsung oleh Ketua DPW PKS Sumatera Selatan, Baharudin, yang akrab disapa Kak Bahar. Sang ketua turut memaparkan kemegahan arsitektur masjid serta posisinya sebagai salah satu ikon kehidupan keislaman di Kota Palembang.

Masjid Bukan Sekadar Rumah Ibadah

Bagi AMY, keberadaan masjid dalam lintasan sejarah peradaban Islam memiliki posisi yang sangat strategis. Ia menilai masjid adalah rumah kedua bagi masyarakat, tempat berkumpul, berdiskusi, belajar, hingga melahirkan gerakan kebaikan.

“Penting bagi kita untuk melihat kembali sejarah kegemilangan Islam. Dari sana kita bisa belajar pola dan alur bagaimana Islam diperkenalkan dan diterima oleh masyarakat,” ujar AMY dalam keterangannya, Kamis (13/2).

Menghidupkan Kembali Peran Masjid di Era Modern

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. AMY menegaskan bahwa mempelajari sejarah harus menjadi sumber inspirasi untuk membangun pola dakwah yang relevan dengan kondisi hari ini. Ia mendorong agar nilai-nilai dakwah masa lalu diadopsi untuk menghadirkan Islam yang dekat dengan masyarakat.

“Bagaimana nilai-nilai itu kita pelajari dan kita adopsi dalam dakwah hari ini, sehingga Islam semakin dicintai dan benar-benar hadir sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin,” lanjutnya.

Dari Masjid Cheng Ho, AMY menarik sebuah pelajaran penting: kekuatan Islam tidak hanya dibangun melalui narasi besar, tetapi juga melalui ruang-ruang kecil yang dekat dengan kehidupan warga. Masjid dinilainya memiliki peluang besar untuk kembali memainkan peran strategisnya sebagai pusat ibadah, ilmu, silaturahmi, dan pelayanan sosial.

Semangat ini dinilai relevan untuk terus dihidupkan di tengah masyarakat, menjadikan masjid sebagai rumah bersama tempat lahirnya persaudaraan dan peradaban yang membawa manfaat bagi semua.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: kliksumatera.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top