SIG Kerahkan Seluruh Jaringan Operasional di Aceh, Stok Semen Dipantau Setiap Hari

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:42:31 WIB
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, meninjau kesiapan fasilitas produksi semen di Lhoknga dan Lhokseumawe, Aceh, didampingi jajaran direksi.

SUMATERA SELATAN — Permintaan semen di Provinsi Aceh tengah menunjukkan tren kenaikan. Untuk merespons hal ini, SIG tidak hanya mengandalkan pabrik utama, tetapi juga memastikan seluruh rantai pasok—dari produksi hingga distributor—bergerak seirama.

Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menegaskan bahwa koordinasi dengan distributor dan mitra logistik menjadi kunci utama. "Selain mengoptimalkan fasilitas produksi dan distribusi di wilayah Aceh, SIG juga memperkuat koordinasi dengan distributor dan mitra logistik guna menjaga distribusi berjalan secara tertib dan efisien," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (11/8/2026).

Pemantauan Langsung ke Pabrik dan Packing Plant

Langkah ini bukan sekadar seremonial. Reni secara langsung meninjau kesiapan operasional di lapangan, didampingi Direktur PT Solusi Bangun Andalas Edi Sarwono dan Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa. Lokasi yang menjadi perhatian adalah fasilitas produksi di Lhoknga dan Lhokseumawe, serta packing plant PT Semen Padang di Malahayati.

Kehadiran packing plant di Malahayati menjadi penting karena berfungsi sebagai simpul distribusi untuk mempercepat pengiriman ke konsumen di pesisir timur Aceh. Dengan begitu, jarak tempuh logistik bisa dipangkas dan risiko keterlambatan pasokan dapat diminimalkan.

Evaluasi Stok Harian Jadi Senjata Utama

Untuk memastikan tidak ada kekosongan stok di pasaran, SIG menerapkan sistem pemantauan ketat. Ketersediaan semen di setiap gudang dan aktivitas distribusi dievaluasi setiap hari. Hasil evaluasi tersebut langsung dijadikan dasar pengambilan keputusan operasional, sehingga jika ada hambatan di satu titik, solusi bisa segera diambil sebelum berdampak luas.

Langkah antisipatif ini dinilai krusial, mengingat kebutuhan semen di Aceh tidak hanya berasal dari proyek infrastruktur pemerintah, tetapi juga pembangunan rumah tinggal dan fasilitas umum masyarakat. Kelancaran pasokan menjadi prasyarat agar proyek-proyek tersebut tidak mengalami molor.

Dengan sinergi antara pabrik, packing plant, dan jaringan distributor, SIG optimistis kebutuhan semen di Aceh dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Perusahaan berkomitmen menjaga stabilitas pasokan demi mendukung percepatan pembangunan di wilayah ujung barat Indonesia tersebut.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top