Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengeluarkan imbauan tegas agar warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran lahan. Kepala Dinkes Kota Palembang Fenty Aprina menyebutkan, sepanjang Januari hingga Juli 2026, pihaknya telah menangani 94.964 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut. Imbauan ini dikeluarkan karena tingkat polusi udara di Palembang dinilai sudah masuk kategori tidak sehat.
PALEMBANG — Ribuan warga Palembang terpapar risiko gangguan pernapasan di tengah musim kemarau tahun ini. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mencatat lonjakan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mencapai 94.964 kasus selama periode Januari hingga Juli 2026.
Angka tersebut tersebar di semua kelompok umur, mulai dari balita, anak-anak, hingga lanjut usia. Meski tidak ada laporan pasien meninggal dunia akibat penyakit ini, pihak rumah sakit dan puskesmas tetap diminta waspada terhadap potensi peningkatan jumlah pasien.
Kualitas Udara Tidak Sehat, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Kepala Dinkes Kota Palembang Fenty Aprina menjelaskan, kondisi kualitas udara di wilayahnya saat ini berada pada level tidak sehat. Kondisi ini dipicu oleh kebakaran lahan di sejumlah daerah di Sumatera Selatan yang menghasilkan asap pekat, terutama dari lahan gambut yang sulit dipadamkan.
"Penggunaan masker disarankan jika melakukan aktivitas di luar rumah atau ruangan untuk menghindari asap dampak kebakaran lahan," ujar Fenty Aprina di Palembang, Sabtu (22/8).
Pihaknya menginstruksikan jajaran puskesmas untuk gencar menyosialisasikan penggunaan masker, terutama ketika kabut asap sudah melampaui ambang batas secara terus-menerus tanpa fluktuasi.
Asap Gambut Lebih Berbahaya, PHBS Jadi Kunci Pencegahan
Fenty menekankan bahwa asap yang ditimbulkan dari pembakaran lahan gambut mengandung partikel halus yang lebih berbahaya dibandingkan kebakaran biasa. Partikel ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan memicu berbagai masalah kesehatan serius, tidak hanya ISPA.
Selain memakai masker, masyarakat diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun secara rutin dan memperbanyak minum air putih disebut efektif membantu tubuh melawan infeksi, terutama bagi anak-anak yang sistem imunnya masih rentan.
"ISPA menjangkit masyarakat semua kelompok usia mulai dari anak-anak, dewasa hingga lansia sehingga harus diwaspadai bersama," tambahnya.
Data ISPA Jadi Alarm bagi Pemerintah Kota
Tingginya angka 94.964 kasus ISPA dalam tujuh bulan terakhir menjadi sinyal bagi Pemerintah Kota Palembang untuk memperketat mitigasi bencana asap. Data ini juga menjadi dasar evaluasi kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi potensi darurat kabut asap yang biasanya memuncak pada September-Oktober.
Dinkes berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memantau perkembangan titik panas dan kualitas udara secara berkala. Masyarakat diimbau memantau informasi resmi dari pemerintah sebelum memutuskan bepergian, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala ISPA seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau demam tinggi.