Pencarian

Titik Panas Naik 80 Persen di OKI, Polres Gencar Sosialisasi Karhutla ke 8 Desa di Cengal

Minggu, 23 Agustus 2026 • 09:33:01 WIB
Titik Panas Naik 80 Persen di OKI, Polres Gencar Sosialisasi Karhutla ke 8 Desa di Cengal
Polres OKI bersama TNI, pemerintah desa, dan perusahaan menggelar sosialisasi pencegahan karhutla di Kecamatan Cengal, Sabtu (22/8/2026).

Polres Ogan Komering Ilir (OKI) bersama TNI, pemerintah desa, dan perusahaan menggelar sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Cengal, Sabtu (22/8/2026). Langkah ini diambil menyusul peningkatan titik panas atau hotspot di wilayah tersebut yang mencapai hampir 80 persen dalam beberapa pekan terakhir.

PALEMBANG — Kesadaran warga Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tengah diuji. Di tengah kondisi cuaca panas dan kering, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengintai, terlebih jumlah titik panas dilaporkan meningkat signifikan.

Kapolres OKI melalui keterangannya, Sabtu (22/8/2026), menyebut peningkatan hotspot ini menjadi perhatian serius semua pihak. Sebab, api yang tidak segera ditangani dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan.

Mengapa Kecamatan Cengal Menjadi Sorotan?

Kecamatan Cengal merupakan salah satu wilayah rawan karhutla di OKI. Aktivitas membuka lahan dengan cara membakar atau praktik sonor masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi bersama.

“Kami menyampaikan kepada masyarakat bahwa dalam beberapa minggu terakhir titik hotspot di wilayah ini meningkat hampir 80 persen. Kondisi ini perlu menjadi perhatian dan kewaspadaan kita bersama,” ujar perwakilan Polres OKI di hadapan warga.

8 Desa Bersatu, Warga Diminta Aktif Lapor

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sungai Pasir ini dihadiri perwakilan pimpinan dari delapan desa. Mereka adalah Desa Ulak Kedondong, Sungai Jeruju, Kuala Sungai Jeruju, Sungai Pasir, Kuala Sungai Pasir, Balam Jeruju, Somor, dan Kebun Cabe.

Selain aparat keamanan, hadir pula Masyarakat Peduli Api (MPA), Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta manajemen PT Bumi Mekar Hijau.

Polres OKI mengajak warga untuk tidak menunggu api membesar. Pelaporan dini dinilai krusial agar api bisa segera dipadamkan sebelum meluas.

“Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat titik api atau kebakaran. Jika memungkinkan, lakukan penanganan awal dan jangan menunggu api membesar karena dapat dengan cepat meluas,” katanya.

Ancaman Hukum dan Bahaya Puntung Rokok

Di tengah sosialisasi, warga kembali diingatkan tentang konsekuensi hukum membuka lahan dengan cara dibakar. Praktik sonor yang kerap dilakukan juga disebut berisiko memicu kebakaran besar.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar atau sonor. Mari saling mengingatkan keluarga dan lingkungan sekitar agar kita bersama-sama menjaga wilayah ini tetap aman dari karhutla. Harapan kami, ke depan Cengal dapat zero fire,” tegasnya.

Kepala Desa Sungai Pasir, Erik Sandes, menambahkan bahwa kewaspadaan tidak hanya soal membakar lahan. Hal sepele seperti membuang puntung rokok sembarangan bisa menjadi bencana di musim kemarau.

“Karena kondisi saat ini sangat rentan, api dari rokok paling mudah memicu kebakaran. Jangan sampai membuang puntung rokok sembarangan. Pastikan benar-benar sudah dimatikan sebelum dibuang,” ujar Erik.

Sinergi Perusahaan dan Bantuan Sosial

Manajemen PT Bumi Mekar Hijau, Iwan Setiawan, menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan. Pihaknya mengaku telah melakukan pemadaman bersama tim RPK, aparat, hingga dukungan helikopter untuk menjangkau lokasi sulit.

“Dalam kondisi cuaca yang sangat panas dan kering seperti saat ini, kita semua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan api. Hal-hal yang terlihat kecil, seperti puntung rokok yang tidak dipadamkan dengan baik, dapat menjadi sumber kebakaran ketika jatuh di vegetasi yang kering dan diperkuat oleh angin,” jelas Iwan.

Di sela-sela sosialisasi, panitia juga membagikan bantuan sembako kepada masyarakat. Selain itu, warga menerima Alquran dan Juzama yang merupakan produksi APP Group.

Bantuan ini diharapkan memperkuat komunikasi dan hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci utama menjaga Cengal bebas dari asap karhutla.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks