SUMATERA SELATAN — Pernyataan Prabowo itu mengemuka di tengah acara yang dihadiri pimpinan TNI dan Polri tersebut. Kepala Negara mengaku telah memantau inisiatif-inisiatif keduanya sejak dirinya masih menjabat Menteri Pertahanan, jauh sebelum mereka menduduki jabatan tertinggi sekarang.
“Jenderal Maruli, sebelum menjadi KSAD, sebelum menjabat jabatan yang tertinggi di Angkatan Darat, saya telah monitor saudara mengambil inisiatif-inisiatif yang baik,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Menurut Prabowo, setiap perbuatan baik dan pengabdian yang dilakukan oleh seorang pejabat atau pemimpin pada akhirnya akan tercatat dan diingat oleh masyarakat. Ia menegaskan hal itu menjadi dasar penilaiannya terhadap karier Maruli Simanjuntak.
“Seorang prajurit seperti Maruli Simanjuntak menjadi perwira, pejabat tertinggi di Angkatan Darat, itu pantas atas hasil karya dan pengabdiannya,” kata Prabowo di hadapan para pejabat yang hadir.
Penilaian serupa diberikan kepada Listyo Sigit. Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa pencapaian tertinggi di tubuh Polri yang diraih Listyo tidak lepas dari rekam jejak dan kapabilitasnya selama bertugas.
“Saya juga yakin Jenderal Polisi Listyo mencapai puncak tertinggi di kepolisian, itu pantas karena prestasi, pengabdian, dan kemampuannya,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden memberikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri atas pembangunan ribuan jembatan dan sumber air bersih yang diperuntukkan bagi masyarakat. Program infrastruktur tersebut dinilai sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah kebutuhan dasar warga.
Peresmian yang dilakukan secara hybrid dari Istana Merdeka itu sekaligus menjadi penanda penyelesaian proyek yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Adapun pembangunan infrastruktur ini melibatkan personel TNI dan Polri di lapangan.
Prabowo menekankan bahwa kerja-kerja yang menyentuh langsung kepentingan rakyat akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat. Ia berharap inisiatif serupa terus berlanjut di masa mendatang.