LAHAT — Kondisi memprihatinkan dialami Kamisah (70), warga Desa Gunung Agung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Rumah yang ia tinggali seorang diri itu sudah tidak layak huni, dengan dinding lapuk di berbagai titik dan berukuran 5 x 7 meter.
Keterbatasan fasilitas membuat nenek lanjut usia ini tidak memiliki akses MCK pribadi. Untuk kebutuhan mandi dan buang air sehari-hari, Kamisah harus berjalan menumpang ke kediaman tetangga terdekat.
Kepala Desa Gunung Agung, Darussalam, membenarkan kondisi salah satu warganya tersebut. Ia menyebut Kamisah sangat membutuhkan bantuan bedah rumah secara mendesak.
"Benar itu merupakan warga kami dan sangat membutuhkan bantuan bedah rumah. Oleh karenanya, kami berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat dapat turun tangan membantu, agar warga kami ini bisa memiliki tempat tinggal yang layak huni," terang Darussalam.
Camat Merapi Barat, Heri Yulianto, mengakui kondisi warganya tersebut. Pihaknya saat ini tengah mengupayakan agar rumah nenek lanjut usia itu bisa segera direhabilitasi.
"Kami berupaya mengajukan proposal bantuan ke perusahaan-perusahaan swasta di sekitar wilayah Merapi Barat. Ke depannya, kami juga akan meneruskan usulan proposal ini ke Dinas Perkim Kabupaten Lahat agar mendapat perhatian khusus," ujar Heri Yulianto pada Sabtu (15/8/2026).
Kecamatan Merapi Barat dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil batubara terbesar di Kabupaten Lahat. Di balik melimpahnya kekayaan alam tersebut, temuan di lapangan menunjukkan masih ada warga kurang mampu yang hidup di rumah tak layak huni.
Kondisi yang dialami Nenek Kamisah ini menjadi gambaran nyata bahwa ketimpangan sosial dan keterbatasan fasilitas dasar tempat tinggal masih dirasakan sebagian masyarakat kecil di tengah melimpahnya sumber daya alam di daerah tersebut.
Belum ada kepastian kapan bantuan rehabilitasi rumah akan turun. Pemerintah desa dan kecamatan masih menunggu respons dari Dinas Perkim Kabupaten Lahat serta perusahaan swasta yang diajukan proposal bantuan.