PALEMBANG — Rombongan Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Selatan resmi bertolak menuju Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Selasa (25/8/2026). Gubernur Sumsel H. Herman Deru melepas 150 delegasi tersebut di Griya Agung Palembang bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, dan Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa.
Pelepasan berlangsung setelah Gubernur bersama jajaran ASN Pemprov Sumsel dan keluarga besar jam'iyah NU melaksanakan Salat Istisqa. Ibadah ini menjadi ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Salat Istisqa di lingkungan Griya Agung memang telah diagendakan Pemprov Sumsel sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi dampak kekeringan. Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pelepasan kontingen NU.
Ketua PWNU Sumatera Selatan KH. Hendra Zainuddin Al-Qodiri menyebut rombongan yang berangkat merupakan representasi dari berbagai tingkatan kepengurusan. Mereka terdiri dari pengurus PWNU, PCNU Palembang, badan otonom (Banom), lembaga-lembaga NU, hingga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-kota Palembang.
"Kurang lebih ada 150 jamaah yang berangkat, terdiri dari pengurus PWNU, PCNU Palembang, badan otonom, lembaga-lembaga NU hingga MWCNU. Kami berangkat dengan penuh semangat untuk mencari keberkahan," ujar KH. Hendra dalam sambutannya.
Menurutnya, keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan organisasi, melainkan bagian dari ikhtiar menghadiri forum tertinggi NU dengan membawa aspirasi warga Nahdliyin Sumatera Selatan. Muktamar ke-35 NU sendiri akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Tambakberas, Jombang.
Gubernur Herman Deru berpesan agar seluruh delegasi mengikuti Muktamar dengan riang gembira dan menjaga nama baik daerah. Ia menekankan bahwa Muktamar merupakan forum strategis yang menentukan arah perjalanan organisasi ke depan.
"Selamat menunaikan Muktamar dengan riang gembira. Jamaah yang berangkat ini adalah representasi dari warga Sumatera Selatan," kata Herman Deru.
Orang nomor satu di Sumsel itu juga mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya, sekitar 67 persen warga Sumatera Selatan merupakan warga Nahdliyin. Besarnya jumlah tersebut menunjukkan NU memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Bumi Sriwijaya.
"Pada saat ini kami menerima laporan bahwa 67 persen warga Sumsel ialah Nahdliyin," pungkasnya.