PALEMBANG — Sebanyak 45 jemaah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Palembang resmi diberangkatkan menuju Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Prosesi pelepasan berlangsung di Griya Agung Palembang, Selasa (25/8), bersamaan dengan rombongan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan.
Walikota Palembang yang juga menjabat Ketua ISNU Kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan doa agar seluruh jemaah selamat sampai tujuan dan kembali dengan keadaan baik. Ia menekankan esensi spiritual dari perjalanan organisasi ini.
"Selamat sampai tujuan, kembali lagi dengan selamat. Semoga mendapatkan barokah dari para muassis (pendiri) NU," kata Ratu Dewa dalam arahannya.
Ketua PCNU Kota Palembang, Abdul Malik Syafei, merinci bahwa 45 jemaah yang berangkat terdiri dari pengurus harian, perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC), Badan Otonom (Banom), dan lembaga di lingkungan NU. Sementara itu, PWNU Sumatera Selatan memberangkatkan dua bus rombongan yang mewakili unsur struktural dan banom di tingkat provinsi.
Abdul Malik menegaskan bahwa keikutsertaan dalam forum tertinggi NU ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, muktamar menjadi momentum strategis untuk mengawal arah kebijakan organisasi secara nasional.
"Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan organisasi, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadiri forum tertinggi NU dengan membawa aspirasi dan semangat warga Nahdliyin Kota Palembang," tegas pengasuh Ponpes Mina tersebut.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru turut hadir dalam prosesi pelepasan. Ia berpesan agar delegasi Sumsel tidak hanya fokus pada agenda sidang, tetapi juga menjaga citra daerah selama berada di tanah Jawa.
"Selamat menunaikan Muktamar dengan riang gembira. Jemaah yang berangkat ini adalah representasi dari warga Sumatera Selatan. Jaga persaudaraan serta bawa nama baik Sumatera Selatan," pungkas Herman Deru.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026. Forum tertinggi kaum Nahdliyin ini menjadi ajang pemilihan kepemimpinan baru serta penetapan arah perjuangan organisasi untuk periode berikutnya.
Prosesi pelepasan turut dihadiri Kapolda Sumsel, Kajati, Rois Syuriah PWNU KH Syarufuddin Yakub, Ketua Tanfidyiah KH M Hendra Zainuddin Al Qodiri, serta jajaran forkompimda dan tokoh masyarakat setempat.