Kepolisian Sektor Ilir Barat (IB) I Palembang, Sumatera Selatan, membentuk tim gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melibatkan kecamatan, BPBD, Satpol PP, dan Karang Taruna. Pembentukan tim ini menyusul penetapan status siaga bencana karhutla oleh Pemerintah Kota Palembang menghadapi puncak musim kemarau panjang tahun ini. Sepanjang Juni hingga Juli 2026, tercatat 50 kejadian karhutla di wilayah setempat.
PALEMBANG — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palembang kian nyata. Data BPBD Kota Palembang mencatat lonjakan signifikan kejadian karhutla, dari sembilan kasus pada Januari-Mei 2026 menjadi 50 kejadian pada Juni-Juli 2026, seiring puncak musim kemarau panjang.
Menyikapi kondisi tersebut, Polsek Ilir Barat (IB) I mengambil langkah konkret dengan membentuk tim gabungan pencegahan karhutla tingkat kecamatan. Tim ini melibatkan unsur kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, dan Karang Taruna.
Kapolsek IB I Kompol Fauzi Saleh menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan tindakan langsung yang terpadu di lapangan. "Pembentukan tim ini bentuk penggalangan bersama guna memastikan strategi penanganan karhutla di Palembang, khususnya IB I, berjalan optimal," ujar Fauzi.
Pelibatan Karang Taruna menjadi bagian dari pendekatan edukatif yang diusung tim. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak sosialisasi kepada warga, terutama di wilayah pemukiman yang berbatasan langsung dengan lahan vegetasi lebat.
Usai koordinasi, tim gabungan langsung bergerak menyusuri lokasi untuk memantau titik api (hotspot) dan memetakan wilayah rawan karhutla. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kelalaian warga maupun oknum pembuka lahan yang tidak bertanggung jawab.
Selain patroli darat, pengawasan ketat dilakukan di area rawan kekeringan. Tim juga menyebarkan imbauan larangan membakar lahan secara masif melalui para lurah se-Kecamatan IB I.
Personel gabungan disiagakan untuk merespons cepat potensi darurat bencana. Upaya mitigasi ini berfokus pada pendekatan edukatif dan respons cepat, memastikan setiap laporan munculnya titik api bisa ditangani sebelum meluas.
Penetapan status siaga bencana karhutla oleh Pemkot Palembang menjadi dasar penguatan koordinasi lintas instansi ini. Dengan pola penggalangan bersama, diharapkan risiko karhutla yang rentan terjadi saat kemarau dapat diminimalisasi secara optimal di tingkat kecamatan.