Review Mitsubishi Xforce HEV 2026: Konsumsi 27,9 Km/L, Tapi Bukan Cuma Soal Irit

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:34:01 WIB
Mitsubishi Xforce HEV 2026 menjalani pengujian konsumsi bahan bakar di rute Jakarta-Bali.

SUMATERA SELATAN — Xforce HEV bukan sekadar varian baru di lini Mitsubishi. Ia adalah produk pertama yang meracik pengalaman panjang pabrikan di reli—kemampuan membaca medan—dengan teknologi elektrifikasi yang tumbuh dari pengembangan Outlander PHEV, SUV plug-in hybrid pertama di dunia. Hasilnya adalah full hybrid generasi kedua yang tidak butuh colokan, tapi tetap menjanjikan efisiensi level baru.

Kami menguji klaim tersebut berdasarkan data resmi dari ajang GIIAS 2026 dan hasil pengujian lapangan yang dilakukan pereli nasional Rifat Sungkar. Bukan sekadar angka di atas kertas, tapi data dari kondisi jalan sebenarnya.

Racikan Mesin dan Motor: 255 Nm dari Sumber Tak Terduga

Jantung pacunya adalah mesin bensin 1.6L DOHC MIVEC berkode 4A92 bersiklus Atkinson. Tenaganya 107 PS dengan torsi 134 Nm—angka yang biasa saja di atas kertas. Namun, motor listriknya yang menghasilkan 116 PS dan torsi instan 255 Nm adalah pemain utamanya.

Kombinasi ini disalurkan lewat transaxle hybrid dua percepatan berkarakter e-CVT. Sistem ini memungkinkan empat mode kerja: motor listrik murni saat merayap, mesin sebagai generator saat baterai butuh daya, keduanya berpadu saat akselerasi, dan mesin terhubung langsung ke roda di kecepatan tinggi. Mitsubishi juga menambahkan fungsi motor disconnect yang memutus motor dari poros penggerak di kecepatan tinggi untuk menekan kehilangan energi.

Baterai lithium-ion 1,1 kWh mengisi sendiri lewat energi pengereman. Dalam kondisi tertentu, mode listrik mampu membawa Xforce HEV melaju hingga 121 km/jam sebelum mesin bensin mengambil alih.

Klaim 1.172 Km: Realistis atau Sekadar Angka Marketing?

Angka ini bukan hasil simulasi laboratorium. Rifat Sungkar menempuh rute Jakarta-Bali dan menuntaskannya dengan catatan 1.172 kilometer dalam sekali pengisian tangki 42 liter. Pada kecepatan rata-rata 70-80 km/jam, konsumsinya menyentuh 27,9 km per liter.

Untuk kondisi harian yang lebih realistis, pengujian MMKSI di medan Jabodetabek mencatat batas bawah 20,5 km per liter dengan gaya mengemudi agresif. Rata-ratanya berada di kisaran 24 km per liter. Artinya, jarak tempuh 1.000 kilometer dengan sekali isi bukan sekadar teori—ini angka yang bisa dicapai pengguna dengan gaya berkendara normal.

Buat pengguna dengan rute harian Bekasi-SCBD sejauh 55 km pulang-pergi, biaya bensin per hari sekitar Rp39.875. Dalam sebulan, penghematan dibanding SUV bensin biasa yang berkonsumsi 12 km per liter bisa mencapai Rp690 ribu—atau Rp8,3 juta per tahun.

Kekurangan yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli

Efisiensi memang juara, tapi ada beberapa catatan yang harus dipertimbangkan. Pertama, sistem hybrid ini masih mengandalkan mesin bensin sebagai sumber utama di kecepatan tinggi—jadi jangan harap sensasi EV murni seperti mobil listrik. Kedua, kapasitas baterai yang kecil berarti mode listrik hanya bekerja dalam rentang kecepatan dan kondisi tertentu, bukan sepanjang perjalanan.

Ketiga, Xforce HEV diproduksi di Indonesia, yang berarti suku cadang dan layanan purna jual seharusnya lebih mudah. Namun, teknologi hybrid generasi kedua ini masih relatif baru di pasar kita—perlu diuji bagaimana durabilitasnya dalam jangka panjang, terutama di kondisi lalu lintas dan cuaca Indonesia.

Terakhir, meskipun efisien, performa puncaknya tetap kalah dari kompetitor bermesin turbo di kelas yang sama. Torsi 255 Nm memang terasa responsif di kecepatan rendah, tapi di jalan tol dengan kecepatan tinggi, tenaga 107 PS dari mesin bensin terasa biasa saja.

Verdict: Untuk Siapa Xforce HEV Ini?

Xforce HEV jelas dirancang untuk konsumen yang menjadikan efisiensi sebagai prioritas utama—mereka yang menempuh jarak jauh setiap hari dan ingin memangkas biaya operasional secara signifikan. Dengan kata-kata Rifat Sungkar, "mobil ini akan dicintai sekali oleh ibu-ibu rumah tangga karena jarang isi bensin."

Namun, buat Anda yang mencari sensasi berkendara sporty atau akselerasi agresif, mobil ini bukan jawabannya. Xforce HEV adalah kendaraan yang mengutamakan kepraktisan dan penghematan jangka panjang, bukan performa di atas kertas.

Dengan posisinya sebagai hybrid pertama Mitsubishi yang diproduksi di Indonesia, Xforce HEV membuka babak baru bagi pabrikan ini. Pertanyaannya sekarang: apakah konsumen Indonesia siap membayar premi teknologi untuk penghematan yang nyata? Jawabannya akan terlihat dari angka penjualan dalam beberapa bulan ke depan.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: otosia.liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top