SUMATERA SELATAN — Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GWp. Dalam acara peluncuran yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8/2026), Prabowo secara langsung meminta komitmen para menteri dan pimpinan BUMN untuk menyelesaikan proyek ini lebih cepat dari biasanya.
"Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main. Target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun. Menteri ESDM, bisa dalam 3 tahun?" tanya Prabowo kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. "Siap!" jawab Bahlil tegas.
Prabowo tidak hanya meminta kesiapan Bahlil. Ia juga menggarisbawahi peran CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri untuk mengawal jalannya proyek tanpa keraguan.
Di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, Prabowo menyebut proyek ini adalah langkah nyata menuju kemandirian energi nasional. "Kita buktikan lagi, ya. Nanti 3 tahun lagi kita kumpul lagi. Kita sekarang selalu bicara dengan bukti," tegasnya.
Bahlil memaparkan total investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan 100 GWp ini mencapai US$ 73 miliar, setara Rp 1.140 triliun. Namun, dari investasi sebesar itu, pemerintah dapat melakukan efisiensi anggaran subsidi hingga Rp 73,9 triliun setiap tahunnya.
Pada tahap awal, Kementerian ESDM memetakan 14 proyek PLTS yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau dengan total kapasitas 5,3 GWp. Beberapa proyek berkapasitas besar seperti PLTS Terapung Jatiluhur (1.688 MWp) dan PLTS Terapung Cirata (1.250 MWp) masuk dalam daftar siap tender.
Proyek lain yang masuk kategori groundbreaking antara lain PLTS Banyuwangi (130,2 MWp), PLTS Pasuruan (132 MWp), dan PLTS Terapung Gajah Mungkur (134,2 MWp). Sementara itu, sejumlah proyek seperti PLTS Terapung Karangkates (133 MWp) dan PLTS Terapung Saguling (92 MWp) sudah memasuki tahap konstruksi.
Presiden memberikan insentif non-finansial bagi tim energi jika target ini tercapai lebih cepat. Berkaca dari program swasembada pangan yang rampung dalam satu tahun dari target empat tahun, Prabowo menyebut tim energi bisa mendapatkan tanda kehormatan jika berhasil menyelesaikan proyek dalam dua tahun. "Kalau berhasil 2 tahun tim energi, dapat bintang lagi aku kasih tanda kehormatan," ujarnya.