SUMATERA SELATAN — Destry mengusung tema "Bank Indonesia: Sinergi Merah Putih untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia: Stabilitas, Tumbuh dan Berkelanjutan" dalam paparannya. Visi yang diusungnya adalah menjadikan BI sebagai lembaga yang kredibel dalam menjaga stabilitas dan relevan merespons tantangan ekonomi ke depan.
"Tiga visi dan lima strategi yang kami anggap penting untuk menjaga stabilitas, mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," ungkap Destry.
Visi tersebut dijabarkan ke dalam tiga misi utama. Pertama, menjaga stabilitas sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi. Kedua, berkontribusi aktif mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ketiga, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui kanal Sinergi Merah Putih.
Dari tiga misi tersebut, Destry menyiapkan lima inisiatif strategis. Inisiatif pertama adalah memperkuat bauran kebijakan BI, mulai dari moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, hingga pendalaman pasar uang dan valuta asing. Kebijakan moneter akan diarahkan secara preemptive dan forward looking untuk menjaga stabilitas rupiah, dengan penguatan smart intervention.
Kedua, Destry berencana melakukan refocusing dan revitalisasi kebijakan lalu lintas devisa. Fokusnya adalah penguatan pengawasan berbasis digital dan supervisory technology (suptech).
Inisiatif ketiga menyasar penciptaan ruang inklusif dan berkelanjutan, khususnya dengan memperkuat inklusi ekonomi dan keuangan syariah sebagai penggerak pertumbuhan. Keempat, penguatan tata kelola kelembagaan dan inovasi. Mandat BI yang semakin besar, kata Destry, perlu diimbangi kelembagaan yang kuat untuk menjaga kredibilitas.
Inisiatif kelima menjadi benang merah seluruh kebijakan: memperkuat Sinergi Merah Putih. Arahnya mencakup program penguatan ketahanan pangan, hilirisasi dan industrialisasi, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan daerah, digitalisasi ekonomi, hingga reformasi kelembagaan.
Destry menegaskan, seluruh program ini selaras dengan visi ASA CITA dan tidak akan berhasil tanpa kolaborasi.
"Keberhasilan Bank Indonesia tidak ditentukan oleh kemampuan bekerja sendiri, melainkan oleh kemampuan membangun Sinergi Merah Putih bersama para pemangku kepentingan," jelas Destry.