OGAN KOMERING ILIR — Upaya pemadaman karhutla di areal PT TIAN, Tulung Selapan, berlangsung selama lima jam, mulai pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB. Tim yang dipimpin Padal IPDA Herman Colt, SH, melakukan penyisiran dan pemadaman langsung pada satu titik api yang terdeteksi di lahan gambut tersebut.
Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Api yang menjalar di bawah permukaan tanah sulit dipadamkan sepenuhnya, sehingga berpotensi memunculkan kembali titik api di kemudian hari.
Dir Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan, S.I.K., selaku Ka Opsda Aman Nusa II, menegaskan bahwa kecepatan bertindak dan kolaborasi di lapangan menjadi kunci dalam menanggulangi ancaman karhutla, terutama di wilayah rawan seperti OKI. Pengerahan personel secara terpadu dilakukan untuk merespons setiap titik api secara cepat dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen institusinya dalam melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman karhutla.
"Kami memastikan seluruh rangkaian operasi penanganan karhutla berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Kabid Humas.
Polda Sumatera Selatan mengimbau masyarakat dan pihak korporasi untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah meluasnya kebakaran yang kerap terjadi di musim kemarau.
Operasi pemadaman yang melibatkan empat personel ini merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II yang digelar untuk menangani karhutla secara menyeluruh di wilayah Sumatera Selatan. Titik api yang berhasil dipadamkan di Tulung Selapan menjadi salah satu dari sejumlah lokasi yang mendapat perhatian serius aparat.
Dengan kondisi gambut yang masih menyimpan bara, tim gabungan akan terus melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak merambat ke area yang lebih luas.