SUMATERA SELATAN — Satu korban lain, N (50), yang berperan sebagai asisten rumah tangga (ART), masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius. Ia bersama kedua balita berada di dalam rumah ketika api mulai membesar sekitar pukul 11.30 WIB, sementara kedua orang tua korban sedang bekerja di luar rumah.
Kobaran api menghanguskan bagian dalam rumah dalam waktu singkat. Sejumlah warga yang melihat kejadian langsung berupaya mengevakuasi para penghuni sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Belum ada keterangan resmi dari kepolisian maupun Dinas Pemadam Kebakaran Semarang mengenai penyebab pasti api pertama kali muncul. Kerugian material akibat insiden ini juga belum dihitung secara detail oleh pihak berwenang.
Ketiga korban dievakuasi ke RS Hermina Banyumanik untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, dua balita yang kondisinya kritis tidak tertolong. Jenazah AM dan AN kini berada di kamar jenazah rumah sakit untuk proses selanjutnya.
Petugas kepolisian dari Polsek Banyumanik telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan saksi-saksi di lingkungan sekitar juga tengah dilakukan untuk mengumpulkan keterangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya deteksi dini bahaya kebakaran di pemukiman padat penduduk. Warga diimbau untuk memeriksa instalasi listrik dan memastikan kompor dalam keadaan mati saat meninggalkan rumah dalam kondisi kosong.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan di lokasi kebakaran telah selesai dilakukan. Keluarga korban di rumah duka menolak untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan meminta privasi mereka dihormati di tengah duka yang mendalam.