PALEMBANG — BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah ibu kota provinsi di Indonesia, salah satunya menyoroti kondisi udara kabur yang akan melanda Palembang, Pekanbaru, dan Jambi pada Sabtu (29/8). Prakirawan BMKG Vita menyampaikan, fenomena udara kabur ini berbeda dengan wilayah tetangga seperti Padang dan Medan yang diprediksi diguyur hujan dengan intensitas ringan.
Dalam keterangan resmi yang dikutip dari kanal YouTube BMKG, kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Pontianak dan Palangkaraya, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Sementara itu, ibu kota provinsi lain di Sumatera seperti Banda Aceh, Bengkulu, dan Pangkal Pinang diperkirakan mengalami cuaca berawan tebal.
BMKG membedakan istilah "udara kabur" dengan "berkabut" dalam laporan prakiraannya. Udara kabur umumnya merujuk pada kondisi jarak pandang yang berkurang akibat partikel kering di udara, sementara kabut lebih disebabkan oleh kondensasi uap air dekat permukaan tanah.
Untuk wilayah Sumatera Selatan, Bandar Lampung justru diprediksi mengalami cuaca berkabut. Kondisi ini patut diwaspadai warga yang beraktivitas di luar ruangan pada pagi hari, terutama bagi pengendara yang melintasi jalur dataran tinggi.
Berbeda dengan Sumatera, sebagian besar ibu kota provinsi di Jawa justru diprediksi cerah hingga berawan. Yogyakarta dan Kupang menjadi satu-satunya wilayah yang diprediksi cerah berawan, sementara Jakarta, Semarang, dan Surabaya diperkirakan berawan tebal.
Serang dan Bandung diprediksi berawan tanpa potensi hujan signifikan. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi warga yang berencana berlibur akhir pekan di kawasan wisata pegunungan Jawa Barat.
Untuk kawasan timur Indonesia, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan akan turun di sejumlah kota di Papua, yakni Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Sementara itu, Ternate dan Manokwari diprediksi berawan tebal.
Di Sulawesi, Mamuju menjadi satu-satunya ibu kota provinsi yang diprediksi mengalami hujan ringan. Makassar berawan, sedangkan Kendari dan Palu berawan tebal. Manado dan Gorontalo justru diprediksi cerah berawan, memberikan peluang aktivitas luar ruangan yang lebih nyaman bagi warga.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi, mengingat prakiraan cuaca dapat berubah seiring dinamika atmosfer yang terjadi.