PALEMBANG — Ratusan jemaah yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ustadz dan ustadzah mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk. Imam Sholat Istisqa kali ini adalah Ahmad Tarmizi Muhaimin, S.Pd.I, Al-Hafidz.
Ratu Dewa menyebut pelaksanaan sholat meminta hujan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual di tengah kondisi lingkungan yang membutuhkan penanganan serius. “Kita sedang menghadapi kondisi yang tidak mudah. Kualitas udara Palembang saat ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” katanya.
Angka ISPU 158 masuk kategori tidak sehat dan membutuhkan kewaspadaan tinggi dari seluruh elemen masyarakat. Menurut Ratu Dewa, persoalan kabut asap ini tidak bisa dilepaskan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.
Pemkot Palembang mencatat ada tiga kecamatan dengan tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi, yakni Kecamatan Gandus, Kertapati, dan Ilir Barat I. “Untuk wilayah Palembang, ada tiga kecamatan yang menjadi perhatian kita, yaitu Gandus, Kertapati dan Ilir Barat I,” jelasnya.
Dewa menegaskan jajarannya bersama unsur terkait terus berupaya menangani titik-titik api. “Kita sudah berupaya secara maksimal. Teman-teman di lapangan juga terus berjibaku untuk mengatasi titik-titik api yang ada,” ujarnya.
Di tengah udara yang belum membaik, warga diminta tidak mengabaikan kesehatan. Ratu Dewa mengimbau masyarakat membiasakan pola hidup sehat dan mengenakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, khususnya saat kualitas udara memburuk.
Imbauan ini disampaikan karena kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi perhatian serius. Kelompok usia produktif, yakni 15 hingga 59 tahun, saat ini mendominasi kasus ISPA di Palembang.
“ISPA masih cukup tinggi dan didominasi kelompok usia produktif 15 sampai 59 tahun. Karena itu, kita harus sama-sama menjaga kesehatan,” tegasnya.
“Jangan menunggu sampai kondisi kesehatan terganggu. Lebih baik kita melakukan pencegahan sejak sekarang,” tambah Ratu Dewa.
Imam Sholat Istisqa Ahmad Tarmizi Muhaimin mengajak seluruh jemaah memperbanyak istighfar, zikir, dan doa di tengah kondisi kekeringan serta kabut asap. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus mengevaluasi hubungan manusia dengan alam.
“Kita perbanyak istighfar, zikir dan doa kepada Allah SWT. Mudah-mudahan segala kesulitan yang kita hadapi segera diberikan jalan keluar,” kata Ahmad Tarmizi.
Ia juga mengingatkan agar ujian kekeringan tidak disikapi dengan keluhan semata. “Musibah dan ujian kekeringan ini hendaknya kita sikapi sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan,” ujarnya.
Ahmad Tarmizi berharap doa yang dipanjatkan bersama menjadi ikhtiar memohon pertolongan Allah SWT. “Mudah-mudahan dengan ketulusan doa seluruh jemaah, Allah SWT memberikan perlindungan dan keberkahan kepada Kota Palembang,” pungkasnya.
Ratu Dewa berharap hujan segera turun secara merata, tidak hanya membasahi wilayah kota tetapi juga membantu memadamkan titik api dan memperbaiki kualitas udara Palembang.