PALEMBANG — Pengakuan nasional atas program literasi keuangan berbasis kewirausahaan ini menegaskan bahwa pendekatan yang dibangun Sumsel berbeda dari sekadar sosialisasi tabungan. Program 100.000 Sultan Muda dirancang untuk menyambungkan pemahaman keuangan dengan akses permodalan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi ekspor bagi generasi muda dan pelaku UMKM.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyerahkan penghargaan tersebut kepada Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, didampingi Duta Literasi Sumsel sekaligus Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva. Capaian ini menempatkan Sumsel di atas provinsi lain dalam hal inovasi program literasi yang terukur dampaknya terhadap ekonomi masyarakat.
Berbeda dengan program literasi konvensional yang berhenti pada pemahaman produk keuangan, program ini justru menargetkan perubahan perilaku. Peserta tidak hanya diajari mengatur uang, tetapi juga mendapatkan penguatan kapasitas usaha, inkubasi bisnis, business matching, hingga pendampingan akses pembiayaan ke industri jasa keuangan.
"Semangat yang kita bangun adalah literasi keuangan melahirkan wirausaha, dan wirausaha menggerakkan pembangunan daerah," kata Gubernur Sumsel Herman Deru saat pemaparan program dalam tahapan wawancara dan penjurian nasional pada 28 Juli 2026.
Hingga Juli 2026, program ini telah merealisasikan 182 kegiatan di berbagai wilayah Sumsel. Jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu orang itu menjadi bukti bahwa program berjalan masif dan menyentuh langsung masyarakat di tingkat kabupaten/kota.
Penilaian FLA 2026 tidak hanya melihat frekuensi kegiatan, tetapi juga aspek keberlanjutan, inovasi, dan kolaborasi. Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama industri jasa keuangan disebut sebagai motor penggerak yang membuat program ini berjalan hingga ke daerah.
Wakil Gubernur Cik Ujang menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif, bukan kerja pemerintah sendirian. "Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun literasi dan inklusi keuangan," ujarnya di sela acara penerimaan penghargaan.
Ia juga mengingatkan agar penghargaan ini tidak dijadikan titik akhir. "Justru menjadi penyemangat bagi kita untuk terus memperkuat kolaborasi, menghadirkan program yang semakin berdampak dan berbuat lebih baik lagi bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan," kata Cik Ujang.
Duta Literasi Sumsel Ratu Tenny Leriva menilai penghargaan ini harus menjadi energi baru untuk memperluas manfaat program. Menurutnya, target utama program ini adalah generasi muda yang diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat dan produktif, bukan sekadar paham istilah perbankan.
"Melalui Program 100.000 Sultan Muda Sumsel, semangat literasi diwujudkan secara nyata dengan mendorong generasi muda menjadi lebih berdaya, mandiri dan produktif," kata Ratu Tenny.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Sumsel kini diharapkan menjadi rujukan bagi daerah lain dalam merancang program literasi keuangan yang tidak hanya mengejar angka partisipasi, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan wirausaha baru di daerah.