SUMATERA SELATAN — PT BYD Motor Indonesia mengonfirmasi agenda peresmian pabrik perdananya di Subang, Jawa Barat. Berdasarkan undangan resmi yang diterima media di Bogor, Sabtu (29/8/2026), Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung meresmikan fasilitas produksi tersebut pada pekan depan.
"Kami mengundang rekan media untuk menghadiri peresmian pabrik BYD Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto," demikian bunyi undangan yang diterima Suara.com.
Pabrik ini dibangun dengan nilai investasi Rp11,7 triliun. Angka tersebut menjadikannya salah satu investasi asing terbesar di sektor otomotif Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir. Kapasitas produksinya pun agresif, menyentuh 150.000 unit kendaraan setiap tahun.
Kapasitas itu menempatkan BYD sejajar dengan pabrikan besar yang lebih dulu membangun fasilitas manufaktur di Indonesia. Dengan kapasitas tersebut, BYD tidak hanya membidik pasar domestik, tetapi juga berpotensi menjadi basis ekspor kendaraan listrik ke Asia Tenggara.
Meski belum diresmikan secara seremonial, aktivitas produksi di pabrik Subang sudah berjalan. BYD M6, baik varian listrik murni (BEV) maupun plug-in hybrid (PHEV), telah dirakit di fasilitas tersebut. Langkah ini menunjukkan kesiapan teknis pabrik yang dibangun lebih cepat dari jadwal awal, yang ditargetkan pada Semester I 2026.
BYD M6 merupakan model dengan kontribusi penjualan terbesar bagi BYD di Indonesia. Selain M6, pabrikan asal China tersebut juga tengah mengkaji kemungkinan memproduksi model lain, yaitu BYD Atto 1. Kedua model ini tercatat sebagai varian BYD yang paling laris di pasar otomotif nasional.
Pembangunan pabrik yang sempat tertunda ini bukannya tanpa hambatan. Sepanjang proses konstruksi, BYD menghadapi berbagai kendala di lapangan. Mulai dari aksi pemerasan yang melibatkan oknum preman di sekitar lokasi proyek hingga insiden kebakaran yang terjadi belum lama ini.
Kendala tersebut sempat memicu kekhawatiran akan mundurnya jadwal operasional pabrik. Namun, dengan diresmikannya fasilitas ini pekan depan, seluruh hambatan dapat diatasi. Produksi kendaraan listrik di Subang kini berjalan normal.
Peresmian pabrik ini sekaligus menjawab komitmen BYD untuk melakukan investasi jangka panjang di Indonesia, bukan sekadar menjadi pemain impor. Kehadiran pabrik ini juga dipastikan akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Hal ini turut mendorong pertumbuhan industri komponen pendukung kendaraan listrik di Jawa Barat.