PALEMBANG — Museum Negeri Sumatera Selatan kembali membedah sejarah lokal lewat kajian "Menelusuri Jejak Marga di Sumatera Selatan Jilid 3". Agenda kali ini menyoroti Marga Minanga yang jejaknya dinilai memiliki kaitan erat dengan masa kejayaan Sriwijaya dan catatan perlawanan terhadap penjajah Belanda.
Kajian dibuka resmi oleh Plh Kepala Museum Negeri Sumsel, Amarullah, didampingi Kasi Museum, Adie Citra Sandy. Dalam sambutannya, Amarullah menekankan tiga instruksi utama kepada para peneliti.
Pertama, melengkapi jejak marga yang belum tuntas dibahas pada jilid pertama dan kedua. Kedua, nilai sejarah yang ditemukan wajib disajikan secara estetis dan berbobot dalam buku kajian nanti. Ketiga, setiap survei lapangan harus menghasilkan laporan singkat yang komprehensif.
Marga Minanga tidak hanya ditelusuri dari sisi asal-usulnya. Tim akademisi dan budayawan yang terlibat juga diminta menghubungkan temuan sejarah dengan koleksi artefak milik Museum Negeri Sumsel. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan narasi sejarah yang lebih utuh dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademik.
Penelusuran terhadap Marga Minanga membuka dimensi baru tentang struktur sosial masyarakat Sumatera Selatan di masa lampau. Jaringan kekuasaan dan pengaruh marga ini disebut-sebut merekam dinamika politik sejak era kerajaan maritim Sriwijaya berjaya hingga masa kolonial.
Untuk menelusuri wilayah Sumatera Selatan yang luas, panitia membentuk tim yang terdiri dari enam narasumber. Mereka berasal dari kalangan akademisi dan budayawan yang memahami konteks sejarah dan kebudayaan lokal secara mendalam.
Setiap narasumber mendapat pembagian wilayah jelajah yang berbeda. Langkah ini diambil agar proses pendataan dan verifikasi sejarah di lapangan bisa berjalan paralel dan menjangkau area yang lebih luas secara efektif.
Hasil kajian jilid ketiga ini akan diramu menjadi sebuah buku yang diharapkan menjadi rujukan baru bagi publik. Amarullah menegaskan bahwa penyajian nilai sejarah dalam buku nanti harus tampil menarik tanpa kehilangan bobot akademisnya.
Selain buku, laporan singkat dari setiap survei lapangan akan menjadi arsip penting bagi pengembangan koleksi dan penelitian Museum Negeri Sumsel di masa mendatang. Kajian ini menjadi rangkaian lanjutan dari dua jilid sebelumnya yang telah lebih dulu memetakan beberapa marga di Sumatera Selatan.