PALEMBANG — Kilang Plaju bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan memberikan pelatihan teknis pemadaman Karhutla kepada warga yang bermukim di sekitar wilayah operasional kilang. Langkah ini diambil menyusul tren kenaikan titik panas (hotspot) yang signifikan di Sumsel pada akhir Agustus 2026.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Sudirman, menyebut dampak asap dari ribuan kejadian Karhutla telah menurunkan kualitas udara di Palembang hingga kategori tidak sehat dan jarak pandang terbatas.
"Penyebab utama Karhutla sebanyak 99% didominasi oleh faktor aktivitas manusia, baik karena unsur kesengajaan maupun kelalaian, dan hanya 1% yang murni pemicu alam," tegas Sudirman dalam sosialisasi tersebut.
Desa Sungai Rebo menjadi prioritas utama dalam pelatihan ini karena lokasinya yang berbatasan langsung dengan area Kilang Plaju. Kepala Desa Sungai Rebo, Dedi Arsyadi, mengapresiasi langkah proaktif Pertamina dalam membekali warganya dengan keterampilan pemadaman awal.
"Potensi Karhutla sekecil apa pun di sekitar wilayah permukiman harus kita antisipasi bersama. Pelatihan ini menjadi modal wawasan dan pengetahuan berharga bagi warga kami agar lebih siap mendeteksi serta memadamkan potensi api secara cepat dan aman," ujar Dedi Arsyadi.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU Plaju, Siti Fauzia, menegaskan bahwa perlindungan kilang sebagai objek vital nasional tidak bisa dilakukan sendiri. Perusahaan membutuhkan kolaborasi erat dengan warga desa sekitar untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bahaya.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki kesiapsiagaan dan keterampilan penanganan awal yang tepat. Tanggap Karhutla bukan hanya soal melindungi lingkungan, tetapi juga menjaga keselamatan bersama," kata Fauzia.
Rangkaian kegiatan ini melengkapi aksi nyata Kilang Plaju dalam penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan. Sebelumnya, pada Kamis (20/08/2026), tim Pertamina turun langsung membantu pemadaman Karhutla di wilayah Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin.
Selain bantuan pemadaman, Kilang Plaju juga menyalurkan paket logistik berupa vitamin, masker, susu steril, air mineral, serta makanan instan. Bantuan ini ditujukan untuk menjaga stamina dan imunitas para petugas pemadam BPBD Sumsel yang bersiaga 24 jam di lapangan.
Melalui sinergi tanggap bencana dan pelatihan teknis ini, Kilang Plaju berkomitmen membangun ketangguhan masyarakat desa sekitar dalam menghadapi ancaman Karhutla secara berkelanjutan.