SUMATERA SELATAN — Angka ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Tingkat Daerah yang digelar Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah pada Senin (31/8/2026). Dari total 2.487 bayi usia 0–11 bulan yang menjadi sasaran, baru 1.126 bayi yang tercatat mendapat imunisasi lengkap.
Kondisi serupa terjadi pada kelompok baduta (bawah dua tahun) usia 12–23 bulan. Dari sasaran 2.454 anak, baru 1.170 anak atau 47,68% yang imunisasinya tuntas. Padahal target pemerintah untuk kelompok ini sebesar 75%.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah yang dipaparkan dalam rapat tersebut menunjukkan capaian berikut:
Angka yang masih jauh dari target ini menjadi perhatian serius. Sebab imunisasi adalah benteng pertama melindungi anak dari penyakit berbahaya seperti campak, rubela, polio, dan hepatitis B.
Di tengah rendahnya capaian bayi dan baduta, ada kabar menggembirakan dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Imunisasi Campak Rubela telah menjangkau 1.778 anak dari sasaran 2.035 anak, artinya mencapai 87,37%.
Yang lebih membanggakan, imunisasi HPV justru melampaui target. Dari sasaran 1.028 anak, penerimanya mencapai 1.046 anak atau 101,75%. Target keseluruhan program BIAS sendiri ditetapkan 90%.
Artinya, ketika layanan sudah menjangkau sekolah, partisipasi bisa tinggi. Masalahnya ada pada bayi dan baduta yang belum rutin dibawa ke posyandu atau puskesmas.
Untuk mengejar target, Sekretaris Daerah Bengkulu Tengah, Tomi Marisi, menegaskan bahwa beban ini tidak bisa dipikul sektor kesehatan saja. Ia meminta semua instansi terlibat, termasuk pendidikan, pemerintahan desa, sosial, PKK, hingga komunikasi publik.
“Program imunisasi membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak. Kita ingin memastikan tidak ada anak yang terlewat mendapatkan imunisasi,” tegas Tomi dalam rapat yang dihadiri Ketua TP PKK, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan, DPMD, Dinas Sosial, dan Diskominfo.
Langkah yang disepakati meliputi:
Pemantauan juga akan diperketat di wilayah dengan capaian rendah. Dengan begitu, hambatan di lapangan bisa segera diatasi.
Bagi orang tua di Bengkulu Tengah, ini saatnya memeriksa kembali buku KIA atau catatan imunisasi anak. Pastikan si kecil yang berusia 0–11 bulan sudah mendapat imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal. Jika ada yang terlewat, segera kunjungi Puskesmas atau Posyandu terdekat.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mengusung semangat “Tidak Ada Anak yang Terlewat Imunisasi, Anak Sehat, Generasi Kuat”. Dukungan dari Kementerian Kesehatan juga telah disiapkan. Kini tinggal kerja sama kita semua — orang tua, tenaga kesehatan, dan pemerintah — untuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat dan kuat.