Alih Saham BUMN di KCIC ke Kemenkeu Ditargetkan Rampung September, Utang Rp 79 Triliun Tak Ikut Dipindah

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 19:42:32 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan COO Danantara Indonesia Dony Oskaria membahas pengalihan saham BUMN di KCIC di Jakarta, Rabu (5/8).

SUMATERA SELATAN — Kepemilikan saham empat BUMN di KCIC selama ini dikelola melalui perusahaan konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang menggenggam 60 persen saham kereta cepat Jakarta-Bandung. Sisa 40 persen dimiliki konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Usai pengalihan, pengelolaan saham akan berpindah ke salah satu SMV di bawah Kemenkeu.

Mengapa Saham Dialihkan ke Kemenkeu?

Keputusan ini keluar setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria pada Rabu (5/8). Purbaya menegaskan pengalihan ini murni untuk merestrukturisasi pengelolaan aset, bukan mengalihkan utang proyek ke APBN.

"SMV kan punya untung juga, jadi sebagian akan dibiarkan ke situ. Kira-kira begitu gambaran kasarnya," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

"Dialihkan ke Kemenkeu, diolah saya semuanya. Tetapi nanti kami akan pakai salah satu tangan SMV fiskal untuk mengelola. Kami kan punya banyak, ada SMI dan lain-lain. Jadi enggak langsung tanggung jawab APBN, walaupun diolah pemerintah," ujarnya.

Target Penyelesaian dan Kendala

Dony Oskaria menyebut proses pengalihan tengah dipercepat. "KCIC kan sedang berproses, sudah disampaikan juga oleh Pak Menkeu ya, nanti akan dialihkan ke Kementerian Keuangan. Rencananya September ini," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8).

Namun, ia belum bisa merinci SMV mana yang akan ditunjuk menjadi pemegang saham baru. "Belum tahu. Tanya Pak Menteri Keuangan," kata Dony.

Purbaya memastikan administrasi pengalihan sedang dikebut agar rampung sesuai target pada pertengahan September.

Daftar Calon Pengelola: SMI hingga PIP

Kemenkeu memiliki sejumlah SMV yang berpotensi ditunjuk mengelola saham KCIC. Masing-masing punya fokus pembiayaan berbeda:

  • PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) — pembiayaan infrastruktur
  • PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) — penjaminan proyek infrastruktur
  • PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) — pembiayaan sekunder perumahan
  • Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) — pembiayaan ekspor nasional
  • Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) — pengelolaan aset negara
  • Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) — pengelolaan dana abadi pendidikan
  • Pusat Investasi Pemerintah (PIP) — investasi pemerintah

Struktur Kepemilikan dan Beban Proyek

Saat ini konsorsium PSBI menaungi empat BUMN: PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara (Persero). Total utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditaksir mencapai Rp 79 triliun, dan skema baru ini diharapkan memberi fleksibilitas pengelolaan tanpa menambah beban fiskal tahun berjalan.

Terkumpul di satu kendaraan, transparansi pengelolaan aset strategis ini juga dinilai lebih mudah dijaga. Investor dan pelaku usaha di sektor konstruksi dan transportasi akan mengawal ketat siapa SMV yang akhirnya ditunjuk serta bagaimana implikasinya terhadap struktur permodalan KCIC ke depan.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top