SUMATERA SELATAN — Ribuan warga memadati jalur kirab pusaka yang menjadi puncak rangkaian Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek. Di tengah prosesi itu, Novita Hardini hadir menyapa masyarakat yang berjejer di sepanjang rute, sekaligus menilai antusiasme warga sebagai energi positif bagi pembangunan daerah.
Menurut Novita, tahun ini menjadi momen pertamanya kembali mengikuti prosesi adat secara langsung. "Alhamdulillah ini kali pertama kita kembali lagi melaksanakan adat untuk bisa berkeliling menyapa masyarakat. Karena di tahun yang lalu akibat situasi dan kondisi, saya terbatas untuk menyapa warga seperti biasanya," ujarnya.
Bagi Novita, prosesi kirab pusaka memiliki dimensi yang lebih dalam daripada kemeriahan seremonial. Ia menyebut tradisi ini sebagai langkah spiritual yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Trenggalek.
"Yang paling penting, prosesi ini tidak hanya perayaan, tetapi sebuah ritual, sebuah langkah spiritual untuk bisa membawa doa-doa menyelamatkan Trenggalek dari marabahaya, bencana, kekeringan dan kemiskinan," jelasnya.
Semangat warga yang terlihat sepanjang jalur kirab, lanjut dia, diharapkan menjadi dorongan bersama untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan. "Harapan saya ini bisa membawa semangat seluruh masyarakat Trenggalek untuk bisa menyongsong masa depan yang lebih baik untuk Kabupaten Trenggalek," katanya.
Sebelum puncak kirab, dua pusaka yang menjadi simbol kabupaten menjalani serangkaian prosesi adat terlebih dahulu. Penjamasan atau penyucian pusaka Kabupaten Trenggalek dan pusaka milik Bupati Trenggalek dilakukan dua hari sebelumnya.
Setelah disucikan, kedua pusaka tersebut dibawa dalam prosesi bedol desa menuju lokasi masing-masing. Pusaka Kabupaten Trenggalek menuju Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, tempat Prasasti Kamulan berada — penanda sejarah awal berdirinya Trenggalek. Sementara pusaka milik Bupati Trenggalek diboyong ke Balai Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak.
Seluruh rangkaian prosesi berakhir dengan kembalinya kedua pusaka ke Pendopo Manggala Praja Nugraha. Novita berharap seluruh rangkaian Hari Jadi ke-832 Trenggalek mampu memperkuat kebersamaan warga.
"Dan kami berharap Hari Jadi 832 Trenggalek ini dimudahkan oleh Allah SWT untuk bisa mencapai Kabupaten Trenggalek yang sentosa, sejahtera dan abadi," pungkasnya.