BRI Catat Laba Bersih Rp31,2 Triliun, 75,1 Persen Kredit Tetap Disalurkan ke UMKM

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 22:26:31 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan paparan dalam keterangan resmi terkait kinerja keuangan perseroan.

PALEMBANGBRI menegaskan konsistensinya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di tengah dinamika industri perbankan nasional. Hingga akhir Juni 2026, sebanyak 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada pelaku UMKM, menjadikan segmen ini pondasi utama pertumbuhan perseroan.

Agenda transformasi jangka panjang yang dijalankan perseroan melalui program BRIVolution Reignite mulai menunjukkan dampak nyata terhadap fundamental keuangan.

75,1 Persen Kredit Mengalir ke UMKM

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa capaian positif ini diraih di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang tetap resilien. Pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan II 2026 berada di kisaran 5,30 persen dengan inflasi tercatat sebesar 3,34 persen.

Aktivitas bisnis UMKM juga menunjukkan penguatan. Indeks Bisnis UMKM meningkat dari 102,5 pada akhir 2025 menjadi 104,7 pada Triwulan I 2026. Posisi indeks di atas 100 menandakan pelaku usaha kecil masih berada dalam fase ekspansi.

"Kondisi tersebut memberikan optimisme bagi BRI karena UMKM merupakan core business sekaligus bagian penting dari fundamental perekonomian nasional," ujar Hery dalam keterangan resmi, Senin (31/8/2026).

Ia menambahkan, komitmen perseroan untuk tumbuh bersama UMKM dan ekonomi kerakyatan tidak akan berubah di tengah transformasi yang terus dijalankan.

Transformasi Bisnis Mulai Terlihat di Laporan Keuangan

Secara konsolidasian, aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kredit dan pembiayaan yang meningkat 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun.

Ekspansi pembiayaan tersebut didukung penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7 persen. Net interest income perseroan juga meningkat 9,9 persen dari Rp73,3 triliun menjadi Rp80,5 triliun.

Sementara itu, Pre-Provision Operating Profit (PPOP) tercatat naik 12,8 persen menjadi Rp65,7 triliun. Adapun Loan at Risk (LaR) industri perbankan nasional membaik menjadi 8,5 persen.

Dua Agenda Besar BRIVolution Reignite

Transformasi yang dijalankan BRI difokuskan pada dua agenda besar secara simultan. Pertama, memperkuat funding franchise untuk memperbesar basis dana murah melalui pendekatan berbasis ekosistem dan optimalisasi kapabilitas digital channel seperti BRImo, QRIS, hingga BRILink Agen.

Kedua, melakukan revamp terhadap bisnis inti yang sudah ada sekaligus membangun new core sebagai sumber pertumbuhan baru. Perseroan juga memperkuat bisnis mikro melalui penyempurnaan proses bisnis, peningkatan kapabilitas tenaga pemasar atau mantri, serta implementasi manajemen risiko yang lebih granular.

"Fokus kami adalah memastikan BRI memiliki mesin pertumbuhan yang semakin terdiversifikasi, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Berbagai agenda tersebut telah kami eksekusi dan mulai memberikan dampak positif," kata Hery.

Ke depan, perseroan akan terus mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui akuisisi value chain dan ekosistem, penyempurnaan product value proposition, serta perluasan layanan bullion bank.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: halosumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top