PALEMBANG — Luas karhutla itu terbagi dari hasil patroli udara yang mendeteksi 45 hektare, sementara pengecekan langsung di lapangan oleh Satgas Darat menemukan 22,06 hektare. Operasi gabungan yang melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, Basarnas, relawan, dan sektor swasta itu telah berhasil memadamkan 18,36 hektare. Sebanyak 2,5 hektare dilumpuhkan lewat water bombing, sedangkan 15,86 hektare lainnya dipadamkan lewat operasi darat.
Saat ini tim gabungan memprioritaskan pendinginan atau cooling down pada area tersisa sekitar 48,7 hektare. Proses ini menjadi perhatian khusus di wilayah lahan gambut yang rawan api susulan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan kekuatan utama justru ada di satuan darat.
"Hasil operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan membuktikan bahwa Satgas Darat yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, Basarnas, relawan, dan sektor swasta ini menjadi kekuatan utama dan harus semakin ditingkatkan kekuatannya," ujar Berton dalam keterangan tertulis, Senin (1/9/2026).
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah yang paling diwaspadai. Terdapat lima titik api dengan cakupan sekitar 21 hektare, terkonsentrasi di Kecamatan Kota Bumi dan Tulung Selapan. Di Musi Banyuasin, satu titik api seluas sekitar 7 hektare berada di Kecamatan Lalan, yang memiliki gambut tebal dan rawan angin kencang.
Muara Enim mencatat dua titik api seluas 11 hektare di Gelumbang dan Sungai Rotan. Sementara itu, Musi Rawas Utara, OKU Timur, OKU, dan Ogan Ilir masing-masing memiliki satu titik api dengan luasan sekitar 3 hingga 4 hektare.
Untuk operasi udara, sembilan unit dari 32 armada nasional disiagakan di Sumsel. Pesawat Cessna 208 Caravan telah melakukan 27 sorti modifikasi cuaca dengan menyemai 27.000 kilogram bahan semai. Patroli udara menggunakan helikopter AS365 N2 dan Cessna 208B mencatat lebih dari 439 jam terbang untuk memetakan titik panas.
Water bombing dengan helikopter Blackhawk, MI-8, dan Super Puma telah menjalani lebih dari 237 sorti pemadaman, terutama di Tulung Selapan, Rantau Bayur, Sungai Rotan, dan Lalan. BNPB menyebut jarak pandang terbatas serta angin kencang di kawasan gambut masih menjadi tantangan terbesar operasi udara.
Data BNPB menunjukkan tren penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, luas area terbakar mencapai 264.165,68 hektare. Angka itu turun sekitar 88 persen menjadi 30.844,96 hektare pada 2024, lalu kembali menyusut menjadi 11.879,56 hektare pada 2025.
Untuk memperkuat penanganan, BNPB menyalurkan alat pelindung diri serta peralatan pemadam seperti selang, pompa jinjing, pompa bertekanan tinggi, nozzle, dan flexible tank kepada tujuh BPBD kabupaten/kota terdampak — Muba, Banyuasin, Ogan Ilir, Palembang, PALI, Muara Enim, dan OKI.
Meski situasi karhutla secara umum masih terkendali, BNPB mewaspadai dampak asap. Stasiun pemantau kualitas udara Kota Palembang pada 30 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB mencatat ISPU/AQI 247, atau sangat tidak sehat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil diminta tidak beraktivitas di luar ruangan. Bila terpaksa keluar, gunakan masker berstandar medis seperti N95.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. BNPB bersama seluruh unsur Satgas Karhutla akan terus memantau dan menangani kebakaran selama 24 jam hingga puncak musim kemarau berakhir dan seluruh titik api dipastikan padam.