Pemerintah Kota Palembang memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan dukungan logistik dan peralatan penanggulangan bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di tengah puncak musim kemarau panjang tahun ini. Bantuan tersebut disalurkan menyusul luas lahan terbakar di Palembang yang mencapai sekitar 185,4 hektare. Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan bantuan dari pemerintah pusat ini penting untuk mengantisipasi dampak asap di wilayah setempat.
PALEMBANG — Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyebut dukungan dari pemerintah pusat sangat penting untuk memperkuat penanganan karhutla sekaligus mengantisipasi dampak asap di wilayahnya. Bantuan dari BNPB itu disesuaikan dengan kebutuhan yang sebelumnya telah diusulkan Pemkot Palembang untuk memperkuat penanganan di lapangan.
"Bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan yang sebelumnya telah diusulkan Pemkot Palembang untuk memperkuat penanganan karhutla di lapangan," kata Ratu Dewa di Palembang, Selasa.
Bantuan dari BNPB yang disalurkan untuk Kota Palembang meliputi:
Perlengkapan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemkot Palembang dalam mengoptimalkan penanganan karhutla dan dampak asap.
Memasuki puncak musim kemarau panjang tahun ini, Pemkot Palembang terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran lahan. Berdasarkan data yang dihimpun, luas lahan yang terbakar di Palembang saat ini mencapai sekitar 185,4 hektare.
Angka tersebut menjadi dasar bagi Pemkot Palembang untuk memastikan peralatan dan personel di lapangan siap bekerja optimal. Dukungan logistik dari BNPB diharapkan mempercepat respons terhadap titik api yang muncul.
Selain memperkuat penanganan di lapangan, Pemkot Palembang juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak asap bagi masyarakat. Berdasarkan pantauan, posisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Palembang pada Selasa (1/9) pukul 10.00 WIB berada di urutan keenam yang dipengaruhi asap dari kebakaran lahan di sejumlah wilayah.
Untuk menjaga kesehatan masyarakat, Pemkot Palembang telah menyiapkan posko kesehatan dan memastikan pelayanan berjalan selama 24 jam.
"Untuk menjaga kesehatan masyarakat, Pemkot Palembang telah menyiapkan posko kesehatan dan memastikan pelayanan berjalan selama 24 jam," ujar dia.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi memburuknya kualitas udara akibat karhutla di wilayah Sumatera Selatan.