Pemkot Palembang Terima Bantuan Peralatan dan APD dari BNPB untuk Perkuat Penanganan Karhutla, 185,4 Hektare Lahan Terbakar

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Rabu, 02 September 2026 | 12:25:32 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau bantuan peralatan dan APD dari BNPB untuk penanganan karhutla di Palembang, Selasa (1/9/2025).

Pemerintah Kota Palembang memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan dukungan logistik dan peralatan penanggulangan bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di tengah puncak musim kemarau panjang tahun ini. Bantuan tersebut disalurkan menyusul luas lahan terbakar di Palembang yang mencapai sekitar 185,4 hektare. Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan bantuan dari pemerintah pusat ini penting untuk mengantisipasi dampak asap di wilayah setempat.

PALEMBANG — Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyebut dukungan dari pemerintah pusat sangat penting untuk memperkuat penanganan karhutla sekaligus mengantisipasi dampak asap di wilayahnya. Bantuan dari BNPB itu disesuaikan dengan kebutuhan yang sebelumnya telah diusulkan Pemkot Palembang untuk memperkuat penanganan di lapangan.

"Bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan yang sebelumnya telah diusulkan Pemkot Palembang untuk memperkuat penanganan karhutla di lapangan," kata Ratu Dewa di Palembang, Selasa.

Rincian Bantuan yang Disalurkan BNPB

Bantuan dari BNPB yang disalurkan untuk Kota Palembang meliputi:

  • 25 unit alat pelindung diri (APD)
  • Lima roll selang ukuran 1,5 inci
  • Empat unit pompa jinjing berkekuatan dua horsepower (HP)
  • Dua unit mesin pompa air 6 HP
  • Dua buah nozzle
  • Dua unit flexible tank

Perlengkapan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemkot Palembang dalam mengoptimalkan penanganan karhutla dan dampak asap.

Luas Lahan Terbakar di Palembang Capai 185,4 Hektare

Memasuki puncak musim kemarau panjang tahun ini, Pemkot Palembang terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran lahan. Berdasarkan data yang dihimpun, luas lahan yang terbakar di Palembang saat ini mencapai sekitar 185,4 hektare.

Angka tersebut menjadi dasar bagi Pemkot Palembang untuk memastikan peralatan dan personel di lapangan siap bekerja optimal. Dukungan logistik dari BNPB diharapkan mempercepat respons terhadap titik api yang muncul.

Antisipasi Dampak Asap dan Posko Kesehatan 24 Jam

Selain memperkuat penanganan di lapangan, Pemkot Palembang juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak asap bagi masyarakat. Berdasarkan pantauan, posisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Palembang pada Selasa (1/9) pukul 10.00 WIB berada di urutan keenam yang dipengaruhi asap dari kebakaran lahan di sejumlah wilayah.

Untuk menjaga kesehatan masyarakat, Pemkot Palembang telah menyiapkan posko kesehatan dan memastikan pelayanan berjalan selama 24 jam.

"Untuk menjaga kesehatan masyarakat, Pemkot Palembang telah menyiapkan posko kesehatan dan memastikan pelayanan berjalan selama 24 jam," ujar dia.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi memburuknya kualitas udara akibat karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top