SUMATERA SELATAN — Paragraf pembuka: Insiden pelayaran kembali terjadi di perairan Sulawesi. KLM Bai Mole dilaporkan tenggelam sekitar pukul 22.14 WITA di perairan Bombana setelah dihantam gelombang. Laporan kecelakaan itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari, yang langsung menggerakkan personel dari Pos SAR Kolaka.
Kapal berangkat dari Bulukumba, Sulawesi Selatan, dengan tujuan Luwuk, Sulawesi Tengah. Di tengah perjalanan, gelombang menghantam kapal hingga akhirnya tenggelam di sekitar perairan Bombana pada Minggu malam.
Informasi soal kecelakaan itu baru diterima Basarnas Kendari setelah kejadian. Dari laporan tersebut, tim penyelamat mengetahui posisi terakhir kapal dan langsung menyiapkan operasi pencarian.
Kepala KPP Kendari Amiruddin, AS mengatakan tim diberangkatkan menggunakan RB 307 dari Pelabuhan Pomalaa menuju lokasi kejadian.
“Tim diberangkatkan menggunakan RB 307 dari Pelambuhan Pomalaa menuju lokasi kejadian,” ujar Amiruddin.
Pos SAR Kolaka menjadi ujung tombak pencarian karena lokasinya paling dekat dengan titik tenggelamnya kapal. Hingga Senin (14/9/2026), belum ada keterangan resmi soal jumlah korban yang berhasil ditemukan.
Operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang menyisir perairan Bombana. Kondisi gelombang menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan, mengingat kapal dilaporkan tenggelam akibat hantaman gelombang.
Basarnas Kendari belum merilis berapa lama operasi akan berlangsung. Fokus utama saat ini adalah menemukan korban yang berada di dalam kapal saat kejadian.
Penutup: Perairan Bombana dan sekitarnya dikenal rawan gelombang tinggi, terutama pada periode tertentu. Insiden ini menambah daftar kecelakaan pelayaran di wilayah Sulawesi yang menuntut kewaspadaan tinggi dari operator kapal maupun penumpang.