Museum Majapahit Trowulan Dibangun, Target Jadi Pusat Edukasi dan Wisata Sejarah

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Senin, 14 September 2026 | 19:03:01 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memimpin peletakan batu pertama pembangunan Museum Majapahit di Trowulan.

SUMATERA SELATAN — Menteri Kebudayaan Fadli Zon memimpin peletakan batu pertama pembangunan Museum Majapahit bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah. Museum ini dirancang bukan sekadar tempat penyimpanan artefak, melainkan ruang pertemuan antara sejarah, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Konsep The Grand Museum of Majapahit

Pemerintah menyiapkan museum ini dalam skala besar melalui konsep The Grand Museum of Majapahit atau Museum Agung Majapahit. Kawasan yang dikembangkan mencapai sekitar 10 hektare sebagai bagian dari revitalisasi cagar budaya Trowulan.

Narasi sejarah yang dihadirkan mencakup perjalanan Kerajaan Majapahit, kehidupan masyarakat, para raja, hingga berbagai peninggalan arkeologis. Pengelola akan memanfaatkan teknologi digital dan konsep immersive untuk meningkatkan daya tarik, terutama bagi generasi muda.

Sekitar 88.000 koleksi artefak bersejarah yang saat ini tersimpan di kawasan Trowulan akan menjadi tulang punggung isi museum.

Perlindungan Temuan Arkeologis di Lokasi

Fadli Zon menegaskan pentingnya menjaga setiap temuan arkeologis selama proses pembangunan berlangsung. Jika ditemukan struktur bersejarah, temuan tersebut akan tetap dilindungi dan dimasukkan ke dalam konsep site museum.

Dengan begitu, tinggalan arkeologis tetap menjadi bagian dari pengalaman pengunjung. Langkah ini krusial karena Trowulan menyimpan banyak jejak sejarah Kerajaan Majapahit.

"Pelestarian kawasan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, pelaku budaya, dunia pendidikan, hingga pemerintah daerah," ujar Fadli Zon, doktor sejarah dari Universitas Indonesia.

Fungsi Edukasi bagi Generasi Mendatang

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra menyebut keberadaan Museum Majapahit dapat memperkuat upaya merawat hubungan masyarakat dengan sejarah. Museum ini menjadi tempat mendokumentasikan peninggalan dan memberi ruang bagi masyarakat mempelajari Majapahit secara lebih dekat.

"Keberadaan Museum Majapahit di Trowulan perlu terus diperkuat. Museum ini menjadi tempat untuk merawat koneksi sejarah, mendokumentasikan peninggalan, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk mempelajari sejarah Majapahit secara lebih dekat," katanya.

Gus Barra berharap museum tersebut menjadi sarana edukasi bagi generasi mendatang. Menurutnya, keberadaan museum membantu masyarakat memahami kembali jejak kejayaan Majapahit dan kaitannya dengan sejarah Nusantara.

"Ini menjadi sebuah informasi yang sangat penting bagi Indonesia, dan dari sinilah kita akan melihat jati diri kita untuk masa yang akan datang," tandasnya.

Target Wisatawan dan Ekonomi Budaya

Fadli Zon menargetkan museum ini mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehadiran wisatawan diharapkan menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat sekitar kawasan Trowulan.

Ia menekankan museum harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi melalui pengembangan budaya. "Museum-museum itu bukan menjadi cost center, tetapi justru menjadi ekonomi budaya. Sekali lagi, ekonomi budaya," tegasnya.

Gus Barra menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut. Ia menyebut proyek Museum Majapahit telah lama dinantikan dan akhirnya dapat direalisasikan.

Bagi traveler yang menanti destinasi wisata sejarah baru di Jawa Timur, pembangunan Museum Majapahit Trowulan menjadi proyek yang layak dipantau. Informasi terkini soal jadwal operasional, tiket masuk, dan akses menuju lokasi dapat dikonfirmasi melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Mojokerto atau pengelola kawasan cagar budaya Trowulan.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: jatimnet.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top