SUMATERA SELATAN — Pemeriksaan internal Polytron terhadap unit motor listrik FOX R yang terbakar menemukan adanya perubahan pada sistem kelistrikan kendaraan, bukan kegagalan komponen pabrik. Perusahaan menyebut modifikasi berupa penambahan kabel eksternal memicu lonjakan arus hingga menonaktifkan fungsi safety cut-off, dan unit tersebut kini masih dalam proses perbaikan.
Insiden kebakaran yang menimpa satu unit motor listrik Polytron FOX R sempat ramai di media sosial setelah videonya beredar. Polytron menyatakan telah menghubungi konsumen dan membawa unit terkait ke service center di KS Tubun untuk diperiksa secara teknis.
Head of Group EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menyebut unit tersebut sudah digunakan sejak November 2023 atau sekitar tiga tahun sebelum insiden terjadi.
Pemeriksaan teknis terhadap unit yang terbakar tidak menemukan indikasi kegagalan komponen, cacat suku cadang, maupun malfungsi pada sistem bawaan pabrik. Polytron justru menemukan adanya perubahan pada sistem kelistrikan kendaraan.
"Setelah kami teliti dan membawa unit tersebut ke service center di KS Tubun, ternyata terdapat perubahan atau modifikasi pada sistem kelistrikan," kata Ilman dalam keterangan resminya.
Menurut penjelasan perusahaan, modifikasi berupa penambahan kabel eksternal yang tidak sesuai standar pabrik berdampak pada nonaktifnya fungsi safety cut-off. Kondisi itu kemudian memicu munculnya tegangan atau arus tinggi di luar kondisi standar kendaraan.
Polytron menegaskan temuan tersebut merupakan hasil investigasi perusahaan terhadap unit yang terlibat. Klaim soal hubungan antara modifikasi dan insiden perlu dipahami sebagai penjelasan dari pihak Polytron, bukan hasil audit independen pihak ketiga.
Artinya, kesimpulan bahwa modifikasi kelistrikan menjadi penyebab kebakaran sepenuhnya bersumber dari pemeriksaan internal produsen. Pembaca yang mempertimbangkan membeli atau sudah memiliki unit FOX R sebaiknya menimbang konteks ini sebelum menarik kesimpulan final.
Setelah pemeriksaan, Polytron mengaku telah bertemu dan berdiskusi dengan konsumen terkait kondisi kendaraan. Perusahaan menyatakan telah mencapai solusi bersama dengan pemilik unit.
"Motor tersebut saat ini masih dalam proses perbaikan dan nantinya akan kembali digunakan," ujar Ilman.
Polytron turut mengingatkan konsumen untuk menggunakan kendaraan sesuai panduan dan standar resmi. Layanan pelanggan tetap dibuka melalui email, fitur chat di situs resmi, maupun contact center perusahaan.
Bagi pemilik motor listrik merek apa pun, temuan ini jadi pengingat bahwa penambahan aksesori kelistrikan sembarangan bisa berdampak serius. Pastikan setiap perubahan pada sistem kelistrikan dilakukan sesuai standar pabrik atau melalui bengkel resmi.