Karhutla di Palembang Hanguskan 254,23 Hektare Lahan hingga September 2026, Kertapati Terbanyak

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Senin, 21 September 2026 | 13:08:01 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan data 406 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar 254,23 hektare per 17 September 2026.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyebutkan 406 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah itu hingga 17 September 2026 dengan total lahan terbakar mencapai 254,23 hektare. Kertapati menjadi kecamatan dengan kejadian terbanyak, yakni 64 kali, disusul Gandus 60 kejadian dan Alang-Alang Lebar 56 kejadian. Kemarau panjang tahun ini disebut turut memicu kekeringan air bersih di sejumlah kelurahan.

PALEMBANG — Pemkot Palembang mencatat 406 kejadian karhutla yang tersebar di sejumlah kecamatan dengan luas lahan terbakar menembus 254,23 hektare. Data kondisi terkini per 17 September 2026 itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Ratu Dewa.

"Kemarau panjang tahun ini sangat berdampak pada banyaknya lahan yang terbakar dan kekeringan air bersih," kata Ratu Dewa di Palembang, Minggu.

Kertapati dan Gandus Jadi Titik Paling Rawan

Dari 406 kejadian, Kertapati menempati urutan teratas dengan 64 kebakaran lahan. Gandus menyusul dengan 60 kejadian, lalu Alang-Alang Lebar 56 kejadian, Ilir Barat I 50 kejadian, dan Sukarami 49 kejadian.

Pada tingkat kelurahan, titik terpadat ada di Kelurahan Gandus dengan 39 kejadian. Bukit Baru mencatat 30 kejadian, sementara Sukamulya 28 kejadian.

Sebaran itu menunjukkan karhutla tidak terkonsentrasi di satu wilayah saja, melainkan merata di kawasan pinggiran kota yang berbatasan dengan lahan gambut dan semak.

720 Kepala Keluarga di Sukajaya Kekurangan Air Bersih

Selain karhutla, Pemkot Palembang menyoroti dampak kekeringan yang membuat warga kesulitan mendapat air bersih. Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, menjadi wilayah terparah dengan 720 kepala keluarga terdampak.

Kondisi serupa terjadi di Kelurahan Karya Mulya, Kecamatan Sematang Borang, yang mengenai 58 kepala keluarga. Di Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, empat kepala keluarga mengalami hal yang sama.

Perumda Tirta Musi Kerahkan Mobil Tangki dan Siapkan Hidran

Untuk menekan dampak kekeringan, Perumda Tirta Musi mengerahkan mobil tangki guna mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak. Pemkot juga menyiapkan titik hidran kebakaran di Unit Pelayanan KM 4, tepatnya di seberang Polda Sumatera Selatan.

Fasilitas kran pengisian air untuk mobil tangki turut disediakan di seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan booster Perumda Tirta Musi.

"Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengisian air bagi mobil tangki dari berbagai instansi yang terlibat dalam penanganan kebakaran," ujarnya.

Langkah itu diharapkan mempercepat respons petugas di lapangan, terutama saat kebakaran lahan muncul di titik yang jauh dari sumber air. Pemkot Palembang belum menyebut target waktu penanganan karhutla maupun kapan distribusi air bersih ke tiga kelurahan terdampak akan berakhir.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top