Karhutla Muara Medak Muba Belum Padam Sejak 15 September, Helikopter MI-171 Dikerahkan Water Bombing

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Selasa, 22 September 2026 | 10:03:02 WIB
Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kebakaran hutan dan lahan di Desa Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, masih berlangsung hingga Minggu (20/9) sejak pertama terdeteksi pada 15 September 2026. Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, KMPA, dan personel PT Rimba Hutani Mas terus memperkuat operasi pemadaman di lapangan. Satu unit helikopter MI-171 dikerahkan untuk water bombing dan patroli udara menjangkau area yang sulit diakses jalur darat.

MUARA MEDAK — Operasi pemadaman di Desa Muara Medak melibatkan kolaborasi lintas instansi yang disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Selain personel, tim gabungan mengerahkan mesin pompa, puluhan gulung selang, nosel, serta perlengkapan pendukung lain untuk mengendalikan titik api.

Mobilisasi menuju lokasi yang terjangkau jalur darat dilakukan memakai mobil dan sepeda motor. Vegetasi di area kebakaran didominasi kebun kelapa sawit dan semak belukar.

Helikopter MI-171 Dikerahkan ke Area Sulit Diakses

Untuk menjangkau wilayah yang tidak bisa ditembus kendaraan darat, satu unit helikopter MI-171 diterbangkan guna mendukung pemboman air dan patroli udara. Dukungan udara dinilai mempercepat pemadaman di titik-titik yang selama ini sulit dijangkau personel darat.

PT Rimba Hutani Mas memberikan dukungan personel, peralatan, dan sarana operasional sejak kebakaran pertama terpantau pada 15 September 2026. Dukungan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Kodim 0401/Muba Satukan Komando Penanganan

Komandan Kodim 0401/Muba Letkol Inf. Dimas Kurniawan menekankan pentingnya koordinasi antartim selama operasi berlangsung.

"Penanganannya kami jadikan satu agar seluruh tim bisa bekerja bersama dan berkoordinasi di lapangan. Saya juga sudah beberapa hari berada di lokasi dan ikut memantau langsung penanganannya," ujar Dimas.

Dimas juga mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau.

"Di musim kemarau ini, jangan lagi ada masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar. Hal itu merugikan kita semua," tegasnya.

Fokus Pemadaman: Titik Api dan Antisipasi Penyalaan Kembali

Tim gabungan memfokuskan pemadaman pada titik-titik api yang ditemukan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap potensi penyalaan kembali. Hingga 20 September 2026, proses pemadaman masih berlangsung dan personel tetap bersiaga di lokasi.

Fire Marshal PT Rimba Hutani Mas Agung Pratama menyatakan penanganan karhutla membutuhkan pengerahan sumber daya besar yang tidak bisa dilakukan satu pihak saja.

"Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan sendiri. Koordinasi dan kolaborasi antara Manggala Agni, TNI, Polri, masyarakat, perusahaan, serta unsur lainnya menjadi sangat penting untuk memperkuat upaya pemadaman di lapangan. Kami terus memberikan dukungan sesuai kebutuhan kondisi di lapangan," kata Agung.

Agung menambahkan, dukungan perusahaan akan terus diberikan dengan memperhatikan kondisi cuaca, medan, serta keselamatan seluruh personel pemadam.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top