PALEMBANG — Layanan vaksinasi rabies gratis masih dibuka dua hari berikutnya, sehingga jumlah hewan yang tervaksinasi diperkirakan bertambah. Kegiatan ini menjadi rangkaian Hari Karantina Indonesia ke-149, HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia, sekaligus peringatan World Rabies Day.
Karantina Sumsel menyiapkan 200 dosis vaksin untuk program tersebut. Selain vaksinasi, warga mendapat edukasi kesehatan hewan dan konsultasi gratis bersama dokter hewan.
Dalam dua hari pelaksanaan, 96 hewan peliharaan telah mendapatkan vaksinasi. Anjing yang divaksin sebanyak 24 ekor, sedangkan kucing mencapai 72 ekor.
Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya vaksinasi rabies, cara menjaga kesehatan hewan peliharaan, hingga langkah-langkah mengurangi risiko penularan rabies dari hewan kepada manusia.
Kepala Balai Karantina Sumatera Selatan Sri Endah Ekandari mengatakan vaksinasi menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah sekaligus mengendalikan penyebaran rabies.
"Kami mendukung upaya mewujudkan Palembang dan Sumatera Selatan bebas rabies. Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia, sekaligus memperingati World Rabies Day," ujar Sri Endah di Palembang, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, pengendalian rabies tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Peran masyarakat, khususnya pemilik hewan peliharaan, menjadi bagian penting dalam memastikan anjing dan kucing mendapatkan vaksinasi secara rutin.
Ia berharap kolaborasi dengan berbagai instansi terkait terus diperkuat agar upaya pencegahan dan pengendalian rabies berjalan berkelanjutan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan Ruzuan Efendi mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pengendalian rabies berkaitan erat dengan kesehatan hewan sekaligus kesehatan manusia.
"Ini merupakan momentum yang baik untuk ke depannya. Karantina memperingati Hari Karantina yang digabung dengan World Rabies Day. Kita menjaga kesehatan hewan dan juga manusia. Ini merupakan kolaborasi yang luar biasa," kata Ruzuan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyebaran rabies, bahaya penyakit tersebut, serta berbagai langkah pencegahannya.
"Palembang sudah memenuhi persyaratan dan akan ditetapkan sebagai wilayah bebas rabies," ujarnya.
Kegiatan vaksinasi melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Berbagai upaya tersebut diarahkan untuk mendukung target Sumatera Selatan bebas rabies pada 2030. Vaksinasi rutin dan edukasi ke pemilik hewan menjadi kunci agar target itu tidak sekadar jadi angka di atas kertas.