CustoMAXi Yamaha 2026 Bandung: Motor Modifikasi Wajib Lolos Riding Test

Penulis: Nasrul Effendi  •  Rabu, 30 September 2026 | 14:03:01 WIB
Peserta menjalani riding test dalam CustoMAXi Yamaha 2026 di Bandung Indah Plaza, Sabtu (26/9/2026).

SUMATERA SELATAN — CustoMAXi Yamaha 2026 di Bandung Indah Plaza menempatkan riding test sebagai syarat wajib peserta, bukan sekadar kontes tampilan. Ajang yang digelar Sabtu (26/9/2026) ini menilai motor modifikasi dari sisi fungsi jalan, sejalan dengan prinsip bahwa mayoritas kendaraan peserta masih dipakai harian.

Gelaran CustoMAXi Yamaha 2026 berlangsung di Bandung Indah Plaza dengan format penjurian yang menekankan aspek fungsional. Peserta tidak cukup hanya memamerkan konsep ubahan, tetapi juga harus membuktikan motor mereka tetap layak dikendarai setelah dimodifikasi.

Manager Branding and Promotion MAXi and Sport Group, Dimas Syafar, menjelaskan alasan di balik pengujian tersebut. Menurutnya, sebagian besar motor peserta masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga aspek kelayakan jalan tidak bisa diabaikan.

"Karena kita ini emang motornya dipakai rata-rata harian, kita ada skrutnya, ada riding test-nya juga, jadi kami bisa ada NR bareng untuk memastikan motor ini layak jalan juga," ujar Dimas.

Riding Test Jadi Penentu, Bukan Sekadar Formalitas

Format penjurian CustoMAXi Yamaha 2026 membedakan ajang ini dari kontes modifikasi yang hanya menilai estetika. Motor peserta diuji langsung di lintasan untuk memastikan komponen yang diganti tidak mengorbankan kenyamanan dan keamanan berkendara.

Aspek yang dinilai mencakup kelayakan jalan setelah berbagai ubahan dilakukan. Mulai dari penggantian komponen hingga modifikasi yang lebih ekstrem, semuanya harus tetap mempertahankan fungsi dasar motor sebagai kendaraan.

Modifikasi Ekstrem Tetap Harus Fungsional

Pendekatan yang diterapkan dalam gelaran ini menegaskan bahwa modifikasi tidak harus mengorbankan fungsi. Pemilik motor tetap bisa mengubah tampilan dan karakter kendaraan, asalkan tidak mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan.

Prinsip tersebut relevan dengan kebiasaan pengguna motor di Indonesia, di mana kendaraan sering kali berperan ganda sebagai alat transportasi harian sekaligus objek hobi. Modifikasi yang terlalu ekstrem tanpa memperhatikan fungsi justru bisa merugikan pemiliknya sendiri.

Dimas menambahkan bahwa pihaknya ingin memastikan motor yang tampil di ajang ini benar-benar layak jalan. "Kami bisa ada NR bareng untuk memastikan motor ini layak jalan juga," ujarnya menegaskan.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Riding test menilai kelayakan jalan, tetapi tidak dijelaskan secara rinci parameter pengujian yang dipakai
  • Tidak disebutkan berapa jumlah peserta yang mengikuti gelaran ini
  • Belum ada informasi apakah format serupa akan diterapkan di gelaran CustoMAXi Yamaha berikutnya

Kesimpulan

CustoMAXi Yamaha 2026 di Bandung menunjukkan bahwa modifikasi dan fungsi bisa berjalan seiring. Riding test yang diterapkan bukan sekadar formalitas, melainkan upaya memastikan motor peserta tetap aman dan nyaman dipakai sehari-hari.

Bagi pemilik motor yang ingin memodifikasi kendaraannya, pendekatan ini bisa jadi acuan. Tampilan menarik tetap penting, tetapi kelayakan jalan adalah hal yang tidak boleh dikorbankan.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: gridoto.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top